|
Depan
> Penyakit Menular Seksual & HIV/AIDS
> Informasi
Perilaku
Dokter, Kepercayaan, dan Praktik Skrining Klamidia
Penelitian ini untuk mengetahui
proporsi dari dokter umum yang melakukan skrining klamidia
terhadap perempuan remaja yang aktif seksual dengan melihat
faktor-faktor demografi, karakteristik perilaku, dan perilakuk
yang berhubungan dengan skrining klamidia.
Data dikumpulkan pada tahun
1998, dengan sampel random dari 1,600 dokter umum di
Pennsylvania dengan menggunakan kuesioner survei tentang
perilaku PMS. Dari
1,600 kuesioner yang dikirim, 541 kembali dengan rata-rata
respon 51%.
Hasil
Praktik Skrining Klamidia
- Ketika
ditanya apakah mereka akan melakukan skrining klamidia
jika ada remaja seksual aktif tanpa gejala:
- 49%
dari dokter pediatric physicians mereka akan periksa.
- 41%
dari dokter internal medicine physicians mereka akan
periksa.
- 28%
dari dokter gynecology mereka akan periksa.
- 28%
dari dokter family medicine physicians mereka akan
periksa
- 43%
dari dokter perempuan dan 24% dari dokter laki-laki
mereka akan periksa.
- Dari
dokter yang bekerja di klinik, 60% mengatakan mereka akan
melakukan skrining klamidia.
- Dari
dokter yang bekerja di sebuah kelompok praktik, 32% akan
melakukan skrining klamidia.
- Dari
dokter yang buka praktik pribadi,
18% akan melakukan skrining klamidia.
- Dari
dokter yang bekerja di daerah metropolitan, 46% akan
melakukan skrining klamidia.
- Dari
dokter yang bekerja di kota, 26% akan melakukan skrining
klamidia.
Perilaku dan Kepercayaan
- Ketika
ditanya apakah mereka setuju atau tidak setuju terhadap
pernyataan: (informasi ada yang missing pada satu atau
lebih responden; total jika dijumlah tidak sampai 100%)
- 42%
dokter setuju dan 21% tidak setuju dengan pernyataan, Saya
bertanggungjawab untuk menjamin perempuan muda yang
datang ke praktekku mendapatkan pelayanan pencegahan PMS
yang tepat.
- 37%
dokter setuju dan 13% tidak setuju dengan pernyataan, Uji
klamidia pada perempuan tanpa gejala dapat mencegah
penyakit pelvic inflammatory disease.
- 36%
dokter setuju dan 12% tidak setuju dengan pernyataan,
Setidaknya setengah dari remaja usia 18 tahun di
praktikku aktif seksual.
- 10%
dokter setuju dan 42% tidak setuju dengan pernyataan, Klamidia
sangat jarang ditemukan dari seluruh populasi pasien
remaja perempuan tanpa gejala yang dilakukan
skrining.
- 31%
dokter setuju dan 34% tidak setuju dengan pernyataan, Keterbatasan
waktu membuat saya sulit untuk menyediakan pencegahan
PMS yang efektif dan konseling.
- 34%
dokter setuju dan 32% tidak setuju dengan pernyataan, Keterbatasan
reimbursement keuangan membuat saya sulit untuk
menyediakan pencegahan PMS yang efektif dan konseling.
- 29%
dokter setuju dan 33% tidak setuju dengan pernyataan, Kebanyaka
perempuan dengan klamidia memiliki gejala-gejala.
Faktor-faktor yang berhubungan
dengan Skrining Klamidia
- Dokter
yang melaporkan lebih dari 20% pasiennya keturunan
Afrika-Amerika lebih banyak mengatakan bahwa mereka akan
melakukan skrining klamidia pada remaja yang aktif
seksual dan tanpa gejala (54%).
- Dokter
yang melaporkan bahwa lebih dari 4% pasiennya yan datang
terkena PMS lebih banyak mengatakan bahwa mereka akan
melakukan skrining klamidia pada remaja yang aktif seksual
dan tanpa gejala (40%).
Hasil penelitian menyatakan
bahwa dokter yang mendapatkan prevalensi infeksi klamidia
secara signifikan berhubungan dengan perilaku skrining yang
mereka lakukan. Dokter secara signifikan lebih jarang
melakukan skrining jika mereka percaya bahwa mayoritas pasien
usia 18 tahun belum seksual aktif atau mereka percaya bahwa
prevalensi infeksi klamidia sangat rendah untuk menjadikan
skrining bermanfaat.
Penulis menyimpulkan bahwa
sangat penting untuk mengimplementasikan dan mengevaluasi
intervensi untuk memperbaiki rata-rata skrining pada perempuan
remaja sehingga komplikasi infeksi klamidia dapat dicegah.
Penulis juga merekomendasikan untuk meningkatkan pengetahuan
dokter dapat membantu memperbaiki konsep yang salah tentang
aktif seksual pada perempuan remaja U.S, prevalensi infeksi
klamidia tanpa gejala, juga klinik dan biaya yang didapat
walaupun prevalensinya rendah.
sumber: SHOP
Talk: School Health Opportunities and Progress Bulletin Volume
6, Number 4 May 4, 2001
kembali
ke atas
kembali
ke index pms & hiv/aids |