OZZY

Fokus:

X








Website ini diterbitkan dalam
 rangka menyebarluaskan
 informasi mengenai
 kesehatan reproduksi dan
 seksualitas dari dan
untuk individu/
organisasi/lembaga yang 
mempunyai kepedulian 
terhadap kesehatan
 reproduksi dan jender. 
Redaksi menerima sumbangan
 pemikiran, opini, hasil kajian 
lapangan serta pengalaman 
yang berkaitan dengan 
maksud penerbitan 
website ini.

Tim Penyusun:
Ahmad Fauzi
Mercy Lucianawaty
Laily Hanifah
Nur Bernadette

Kritik & Saran:
Mitra INTI Foundation
Jl.Mampang Prapatan XIV No. 5
Tegal Parang
Mampang Prapatan
Jakarta 12790
Telp: 021 - 7991890, 7993426
Fax: 021 - 7993426
E-mail: yminti@mweb.co.id 

Depan > Penyakit Menular Seksual & HIV/AIDS > Informasi

Berbagai Penyakit Diharapkan Bisa Ditanggulangi pada Abad Ini

Tuberkulosis, malaria, dan HIV/AIDS merupakan penyakit yang diharapkan bisa ditanggulangi pada abad ini berdasarkan komitmen global Millenium Development Goal (MDG). Selain itu, Indonesia punya target untuk menekan penyakit berpotensi wabah, seperti demam berdarah dengue dan demam chikungunya. Sindrom pernapasan akut parah (SARS) sebagai new emerging infectious disease (penyakit infeksi/menular baru) dengan
dampak yang luas dan hebat ditambahkan dalam daftar.

Hal itu diungkapkan Direktur Jenderal Pemberantasan Penyakit Menular dan
Penyehatan Lingkungan Departemen Kesehatan Prof Dr dr Umar Fahmi Achmadi MPH
 Senin (23/6).

"Tantangannya adalah bagaimana komitmen global dan nasional itu juga menjadi
komitmen kabupaten/ kota seiring otonomi daerah," ujarnya.

Menurut Umar, sumber daya (dana, tenaga, sarana) dialokasikan secara
proporsional dengan prioritas pada penanggulangan penyakit komitmen global
dan nasional itu. Namun, untuk meningkatkan keberhasilan masyarakat diminta
berperan aktif.

Untuk menjamin keberhasilan upaya penanggulangan di negara berkembang
mengingat biayanya tidak murah, negara maju juga memberikan kontribusi dalam
bentuk dana global untuk AIDS, tuberkulosis, dan malaria (GFATM).

Indonesia sebagai penyumbang ketiga terbesar di dunia untuk penderita
tuberkulosis, memiliki wilayah endemik malaria relatif luas serta kasus
HIV/AIDS yang cenderung meningkat drastis tahun-tahun belakangan ini,
mendapatkan dana global ini.

Menurut Direktur Pemberantasan Penyakit Menular Langsung dr Haikin Rachmat
MSc, tahun 2003-2004 besarnya dana 21,6 juta dollar AS.

Tuberkulosis

Pemberantasan tuberkulosis di Indonesia dilakukan lewat strategi pengobatan
dengan pengawasan langsung (DOTS). Selain upaya meningkatkan cakupan DOTS,
pemerintah juga memperkenalkan obat kombinasi dosis tetap (FDC) yang
menyatukan empat jenis obat menjadi satu untuk meningkatkan kepatuhan
penderita untuk minum obat.

Dalam tahap awal FDC dibagikan di Provinsi Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa
Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Sulawesi Selatan. Selain dari dana
global, biaya diperoleh dari APBN, APBD, dan donor internasional.

Malaria dan HIV/AIDS

Program pemberantasan malaria dari dana global difokuskan di empat provinsi
endemik tinggi, yaitu Papua, NTT, Maluku, dan Maluku Utara. Dokter Lintas
Batas (MSF) Belgia membantu pula di Papua dan Maluku Utara. GTZ (Jerman) di
Alor (NTT), dan JICA (Jepang) bekerja sama dengan Universitas Nagasaki di
NTB.

Untuk mengatasi resisten terhadap obat digunakan obat baru, artemisinin,
dikombinasikan dengan obat malaria lain.

Salah satu program untuk penanggulangan HIV/AIDS dari dana global adalah
bantuan obat antiretroviral (ARV) gratis untuk 100 orang per tahun. Saat ini
sedang disusun kriteria bagi penerima bantuan bersama lembaga swadaya
masyarakat yang melaksanakan dukungan terhadap pengidap HIV/AIDS.

Provinsi dengan prevalensi tinggi, Papua, Riau, Bali, dan DKI Jakarta
diprioritaskan.

Mulai tahun depan pemerintah akan mensubsidi harga obat ARV yang diperkirakan untuk 2.000 pengidap HIV/AIDS di Indonesia. (ATK)

sumber: Jakarta, Kompas (24 Jun)- 

 

kembali ke atas

kembali ke index pms & hiv/aids

 

depan | profil | informasi | info buku | link | kritik | Curah Pendapat   
Kesehatan Ibu & Anak
| Keluarga Berencana | Kesehatan Rep Remaja
PMS & HIV/AIDS
| Aging | Gender & Kekerasan