|
Depan
> Penyakit Menular Seksual & HIV/AIDS
> Informasi
Berbagai Penyakit
Diharapkan Bisa Ditanggulangi pada Abad Ini
Tuberkulosis, malaria, dan HIV/AIDS merupakan penyakit yang
diharapkan bisa ditanggulangi pada abad ini berdasarkan
komitmen global Millenium Development Goal (MDG). Selain itu,
Indonesia punya target untuk menekan penyakit berpotensi wabah,
seperti demam berdarah dengue dan demam chikungunya. Sindrom
pernapasan akut parah (SARS) sebagai new emerging infectious
disease (penyakit infeksi/menular baru) dengan
dampak yang luas dan hebat ditambahkan dalam daftar.
Hal itu diungkapkan Direktur Jenderal Pemberantasan Penyakit
Menular dan
Penyehatan Lingkungan Departemen Kesehatan Prof Dr dr Umar
Fahmi Achmadi MPH
Senin (23/6).
"Tantangannya adalah bagaimana komitmen global dan
nasional itu juga menjadi
komitmen kabupaten/ kota seiring otonomi daerah," ujarnya.
Menurut Umar, sumber daya (dana, tenaga, sarana) dialokasikan
secara
proporsional dengan prioritas pada penanggulangan penyakit
komitmen global
dan nasional itu. Namun, untuk meningkatkan keberhasilan
masyarakat diminta
berperan aktif.
Untuk menjamin keberhasilan upaya penanggulangan di negara
berkembang
mengingat biayanya tidak murah, negara maju juga memberikan
kontribusi dalam
bentuk dana global untuk AIDS, tuberkulosis, dan malaria (GFATM).
Indonesia sebagai penyumbang ketiga terbesar di dunia untuk
penderita
tuberkulosis, memiliki wilayah endemik malaria relatif luas
serta kasus
HIV/AIDS yang cenderung meningkat drastis tahun-tahun
belakangan ini,
mendapatkan dana global ini.
Menurut Direktur Pemberantasan Penyakit Menular Langsung dr
Haikin Rachmat
MSc, tahun 2003-2004 besarnya dana 21,6 juta dollar AS.
Tuberkulosis
Pemberantasan tuberkulosis di Indonesia dilakukan lewat
strategi pengobatan
dengan pengawasan langsung (DOTS). Selain upaya meningkatkan
cakupan DOTS,
pemerintah juga memperkenalkan obat kombinasi dosis tetap (FDC)
yang
menyatukan empat jenis obat menjadi satu untuk meningkatkan
kepatuhan
penderita untuk minum obat.
Dalam tahap awal FDC dibagikan di Provinsi Jawa Tengah, DI
Yogyakarta, Jawa
Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Sulawesi Selatan. Selain
dari dana
global, biaya diperoleh dari APBN, APBD, dan donor
internasional.
Malaria dan HIV/AIDS
Program pemberantasan malaria dari dana global difokuskan di
empat provinsi
endemik tinggi, yaitu Papua, NTT, Maluku, dan Maluku Utara.
Dokter Lintas
Batas (MSF) Belgia membantu pula di Papua dan Maluku Utara.
GTZ (Jerman) di
Alor (NTT), dan JICA (Jepang) bekerja sama dengan Universitas
Nagasaki di
NTB.
Untuk mengatasi resisten terhadap obat digunakan obat baru,
artemisinin,
dikombinasikan dengan obat malaria lain.
Salah satu program untuk penanggulangan HIV/AIDS dari dana
global adalah
bantuan obat antiretroviral (ARV) gratis untuk 100 orang per
tahun. Saat ini
sedang disusun kriteria bagi penerima bantuan bersama lembaga
swadaya
masyarakat yang melaksanakan dukungan terhadap pengidap
HIV/AIDS.
Provinsi dengan prevalensi tinggi, Papua, Riau, Bali, dan DKI
Jakarta
diprioritaskan.
Mulai tahun depan pemerintah akan mensubsidi harga obat ARV
yang diperkirakan untuk 2.000 pengidap HIV/AIDS di Indonesia.
(ATK)
sumber:
Jakarta, Kompas (24 Jun)-
kembali
ke atas
kembali
ke index pms & hiv/aids |