|
Depan
> Penyakit Menular Seksual & HIV/AIDS
> Informasi
AIDS
Di Asia Bisa Menjelma Bagai Tsunami
Penulis: Teguh Rachmanto
AIDS bisa menjelma sebagai
badai dahsyat seperti tsunami yang akan mengancam seluruh
warga di Asia jika pemerintahan di kawasan ini tidak segera
mengambil tindakan untuk mencegah penyebarannya.
Hal itu diungkapkan badan PBB
yang mengurusi soal AIDS, UNAIDS, Sabtu (2/7), terkait dengan
semakin merebaknya virus mematikan itu di kawasan Asia.
Tercatat satu dari empat kasus
AIDS terjadi di Asia dan tak kurang dari 1.500 orang meninggal
dunia setiap akibat virus itu di kawasan ini.
AIDS telah menyebar hampir ke
seluruh provinsi di China, sementara jumlah pengidap AIDS
terbesar kedua adalah India setelah Afrika Selatan.
Namun hampir tak ada keinginan
politis dari sejumlah pemerintahan di Asia untuk memberantas
penyebaran virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh ini
meski jumlah korban meninggal dunia terus bertambah. Juga
belum tampak adanya sasaran pembangunan yang jelas sehingga
mereka yang masuk ke dalam golongan miskin semakin bertambah,
demikian kesimpulan UNAIDS dalam konferensi AIDS Internasional
di Kobe, Jepang.
Kegagalan dalam memerangi AIDS
akan menimbulkan dampak ekonomi yang kritis di kawasan Asia.
PBB memperkirakan jumlah kerugian akan mencapai 29 miliar
dolar AS (sekitar Rp270 triliun) akibat AIDS di Asia pada 2010
jika tak ada langkah berarti yang dilakukan pemerintahan di
kawasan ini.
Pemerintahan di Asia perlu
melihat AIDS sebagai ancaman besar layaknya gelombang tsunami
yang melanda sebagian kawasan ini pada Desember tahun lalu
yang menewaskan ratusan ribu orang, kata J.V.R. Prasada Rao,
Director of the Regional
Support Team di UNAIDS.
Menurut dia, akibat dari AIDS
ini memang tak tampak jelas seperti gelombang tsunami, dan
para korbannya juga tidak ditayangkan di televisi. AIDS ini
lebih pas disebut sebagai tsunami yang tenang yang akan
membunuh korbannya pelan tapi pasti.
PBB memperkirakan 8,2 juta
orang terinfeksi virus HIV di Asia, dan sekitar 5,1 juta di
antaranya berada di India. Sementara pemerintah China
menyebutkan jumlah pengidap AIDS di negeri itu mencapai
840.000 orang.
Jumlah total pengidap AIDS di
dunia sekitar 39 juta orang, termasuk 25 juta orang di Afrika.
Namun program pencegahannya di
Asia hanya mencapai 19% dari target para pekerja seks dan 5%
pengguna obat yang disuntikkan. Dan jumlah kaum homoseksual
tak lebih tinggi dari 2%.
Jika tak ada langkah berarti
yang diambil, 12 juta orang diperkirakan akan terjangkit pada
2010.
Direktur UNAIDS Peter Piot
mengatakan bahwa angka itu bias saja dipangkas separuhnya
dengan cara bekerja keras dalam dua hingga tahun mendatang dan
dibarengi dengan political will yang kuat.
Di Asia, para pasien AIDS lebih
banyak ditemukan di kalangan pekerja seks, kaum homoseksual
dan pengguna obat suntik, namun UNAIDS melihat virus tersebut
bisa menjangkiti masyarakat biasa juga nantinya.
Namun di tengah sorotan lembaga
kesehatan dunia terhadap Asia terkait dengan penyebaran virus
AIDS, muncul cerita sukses dari kawasan ini dengan
keberhasilan Thailand menekan jumlah pengidap baru dari
143.000 orang pada 1991 menjadi hanya 21.260 orang pada akhir
2003.
Langkah yang dilakukan
pemerintah Thailand dalam menekan jumlah pengidap AIDS baru
adalah dengan program pendidikan massal dan pemberian kondom
kepada para pekerja seks dan kelompok berisiko tinggi.
sumber:
Media Indonesia Online Sabtu,
02 Juli 2005 14:16 WIB
kembali
ke atas
kembali
ke index pms & hiv/aids |