OZZY

Fokus:

X








Website ini diterbitkan dalam
 rangka menyebarluaskan
 informasi mengenai
 kesehatan reproduksi dan
 seksualitas dari dan
untuk individu/
organisasi/lembaga yang 
mempunyai kepedulian 
terhadap kesehatan
 reproduksi dan jender. 
Redaksi menerima sumbangan
 pemikiran, opini, hasil kajian 
lapangan serta pengalaman 
yang berkaitan dengan 
maksud penerbitan 
website ini.

Tim Penyusun:
Ahmad Fauzi
Mercy Lucianawaty
Laily Hanifah
Nur Bernadette

Kritik & Saran:
Mitra INTI Foundation
Jl.Mampang Prapatan XIV No. 5
Tegal Parang
Mampang Prapatan
Jakarta 12790
Telp: 021 - 7991890, 7993426
Fax: 021 - 7993426
E-mail: yminti@mweb.co.id 

Depan > Penyakit Menular Seksual & HIV/AIDS > Informasi

AIDS Di Asia Bisa Menjelma Bagai Tsunami

Penulis: Teguh Rachmanto

AIDS bisa menjelma sebagai badai dahsyat seperti tsunami yang akan mengancam seluruh warga di Asia jika pemerintahan di kawasan ini tidak segera mengambil tindakan untuk mencegah penyebarannya.

Hal itu diungkapkan badan PBB yang mengurusi soal AIDS, UNAIDS, Sabtu (2/7), terkait dengan semakin merebaknya virus mematikan itu di kawasan Asia.

Tercatat satu dari empat kasus AIDS terjadi di Asia dan tak kurang dari 1.500 orang meninggal dunia setiap akibat virus itu di kawasan ini.

AIDS telah menyebar hampir ke seluruh provinsi di China, sementara jumlah pengidap AIDS terbesar kedua adalah India setelah Afrika Selatan.

Namun hampir tak ada keinginan politis dari sejumlah pemerintahan di Asia untuk memberantas penyebaran virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh ini meski jumlah korban meninggal dunia terus bertambah. Juga belum tampak adanya sasaran pembangunan yang jelas sehingga mereka yang masuk ke dalam golongan miskin semakin bertambah, demikian kesimpulan UNAIDS dalam konferensi AIDS Internasional di Kobe, Jepang.

Kegagalan dalam memerangi AIDS akan menimbulkan dampak ekonomi yang kritis di kawasan Asia. PBB memperkirakan jumlah kerugian akan mencapai 29 miliar dolar AS (sekitar Rp270 triliun) akibat AIDS di Asia pada 2010 jika tak ada langkah berarti yang dilakukan pemerintahan di kawasan ini.

Pemerintahan di Asia perlu melihat AIDS sebagai ancaman besar layaknya gelombang tsunami yang melanda sebagian kawasan ini pada Desember tahun lalu yang menewaskan ratusan ribu orang, kata J.V.R. Prasada Rao,

Director of the Regional Support Team di UNAIDS.

Menurut dia, akibat dari AIDS ini memang tak tampak jelas seperti gelombang tsunami, dan para korbannya juga tidak ditayangkan di televisi. AIDS ini lebih pas disebut sebagai tsunami yang tenang yang akan membunuh korbannya pelan tapi pasti.

PBB memperkirakan 8,2 juta orang terinfeksi virus HIV di Asia, dan sekitar 5,1 juta di antaranya berada di India. Sementara pemerintah China menyebutkan jumlah pengidap AIDS di negeri itu mencapai 840.000 orang.

Jumlah total pengidap AIDS di dunia sekitar 39 juta orang, termasuk 25 juta orang di Afrika.

Namun program pencegahannya di Asia hanya mencapai 19% dari target para pekerja seks dan 5% pengguna obat yang disuntikkan. Dan jumlah kaum homoseksual tak lebih tinggi dari 2%.

Jika tak ada langkah berarti yang diambil, 12 juta orang diperkirakan akan terjangkit pada 2010.

Direktur UNAIDS Peter Piot mengatakan bahwa angka itu bias saja dipangkas separuhnya dengan cara bekerja keras dalam dua hingga tahun mendatang dan dibarengi dengan political will yang kuat.

Di Asia, para pasien AIDS lebih banyak ditemukan di kalangan pekerja seks, kaum homoseksual dan pengguna obat suntik, namun UNAIDS melihat virus tersebut bisa menjangkiti masyarakat biasa juga nantinya.

Namun di tengah sorotan lembaga kesehatan dunia terhadap Asia terkait dengan penyebaran virus AIDS, muncul cerita sukses dari kawasan ini dengan keberhasilan Thailand menekan jumlah pengidap baru dari 143.000 orang pada 1991 menjadi hanya 21.260 orang pada akhir 2003.

Langkah yang dilakukan pemerintah Thailand dalam menekan jumlah pengidap AIDS baru adalah dengan program pendidikan massal dan pemberian kondom kepada para pekerja seks dan kelompok berisiko tinggi.

sumber: Media Indonesia Online  Sabtu, 02 Juli 2005 14:16 WIB

 

kembali ke atas

kembali ke index pms & hiv/aids

 

depan | profil | informasi | info buku | link | kritik | Curah Pendapat   
Kesehatan Ibu & Anak
| Keluarga Berencana | Kesehatan Rep Remaja
PMS & HIV/AIDS
| Aging | Gender & Kekerasan