OZZY

Fokus:

X








Website ini diterbitkan dalam
 rangka menyebarluaskan
 informasi mengenai
 kesehatan reproduksi dan
 seksualitas dari dan
untuk individu/
organisasi/lembaga yang 
mempunyai kepedulian 
terhadap kesehatan
 reproduksi dan jender. 
Redaksi menerima sumbangan
 pemikiran, opini, hasil kajian 
lapangan serta pengalaman 
yang berkaitan dengan 
maksud penerbitan 
website ini.

Tim Penyusun:
Ahmad Fauzi
Mercy Lucianawaty
Laily Hanifah
Nur Bernadette

Kritik & Saran:
Mitra INTI Foundation
Jl.Mampang Prapatan XIV No. 5
Tegal Parang
Mampang Prapatan
Jakarta 12790
Telp: 021 - 7991890, 7993426
Fax: 021 - 7993426
E-mail: yminti@mweb.co.id 

Depan > Penyakit Menular Seksual & HIV/AIDS > Informasi

Pengidap HIV/AIDS di Kalbar Terus Bertambah

Sejak 1993, jumlah penderita Human Immunodeficiency Virus/Acquiredimmunodeficiency Syndrome--HIV/AIDS telah mencapai 209 orang, dan 15 diantaranya meninggal dunia karena AIDS.

"Mereka itu 54 orang positif AIDS, 15 orang meninggal, sedangkan selebihnya terinfeksi HIV," kata Kepala Subdin Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kalbar dr Isman Ramadi di Pontianak, Selasa.

Ia mengatakan, kasus HIV/AIDS di Kalbar dewasa ini terus bertambah dan menjadikan Kalbar sebagai satu dari sembilan provinsi yang mendapat program prioritas utama penanggulangan HIV/AIDS dari 32 provinsi di Indonesia.

Dari angka 209 orang, diketahui terinfeksi HIV sebanyak 155, terdiri dari 105 laki-laki dan 50 perempuan. Sedangkan yang sudah positif AIDS mencapai 54 orang, 45 laki-laki dan sembilan perempuan.

Penderita AIDS yang meninggal dunia, 12 di antaranya laki-laki dan tiga perempuan, jelasnya.

Jika pada masa kemunculan pertama, trend penyebaran HIV/AIDS akibat pergaulan berganti pasangan. Kini banyak ditemukan korban akibat penyalahgunaan obat-obatan berbahaya dengan jarum suntik.

Trend lainnya, menurut ia, juga karena kondisi Kalbar yang kini telah menjadi daerah transit internasional.

Tujuh dirawat:

Sementara di tempat terpisah, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soedarso Pontianak, dr HM Subuh, menyatakan dalam tiga bulan terakhir telah tercatat tujuh pasien HIV/AIDS dirawat di rumah sakit itu.

Mereka masuk dalam 54 penderita AIDS, di mana empat orang masih menjalani perawatan, dua meninggal, satu telah pulang ke tempat tinggalnya.

Ia mengatakan RSUD dr Soedarso merupakan satu dari 25 rumah sakit di Indonesia yang berjumlah sekitar 470 rumah sakit yang menjadi rujukan bagi pasien penderita HIV/AIDS.

Oleh karena itu, sejak ditemukan pertama kalinya di Kalbar tahun 1993, seorang penderita AIDS yang juga mantan pekerja seks komersial, RSUD dr Soedarso menjadi tempat persinggahan pasien rawat inap penderita HIV/AIDS.

Beberapa pasien yang pernah menjalani perawatan HIV/AIDS, di antaranya nelayan asing asal Thailand, jelasnya. (Ant/O-1)

sumber: Media Indonesia Online

 

kembali ke atas

kembali ke index pms & hiv/aids

 

depan | profil | informasi | info buku | link | kritik | Curah Pendapat   
Kesehatan Ibu & Anak
| Keluarga Berencana | Kesehatan Rep Remaja
PMS & HIV/AIDS
| Aging | Gender & Kekerasan