|
Depan
> Penyakit Menular Seksual & HIV/AIDS
> Informasi
Pengidap HIV/AIDS di Kalbar Terus Bertambah
Sejak 1993, jumlah penderita
Human Immunodeficiency Virus/Acquiredimmunodeficiency
Syndrome--HIV/AIDS telah mencapai 209 orang, dan 15 diantaranya
meninggal dunia karena AIDS.
"Mereka itu 54 orang positif AIDS, 15 orang
meninggal, sedangkan selebihnya terinfeksi HIV," kata Kepala Subdin
Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan
Kalbar dr Isman Ramadi di Pontianak, Selasa.
Ia mengatakan, kasus HIV/AIDS di Kalbar dewasa ini
terus bertambah dan menjadikan Kalbar sebagai satu dari sembilan provinsi
yang mendapat program prioritas utama penanggulangan HIV/AIDS dari 32
provinsi di Indonesia.
Dari angka 209 orang, diketahui terinfeksi HIV
sebanyak 155, terdiri dari 105 laki-laki dan 50 perempuan. Sedangkan yang
sudah positif AIDS mencapai 54 orang, 45 laki-laki dan sembilan perempuan.
Penderita AIDS yang meninggal
dunia, 12 di antaranya
laki-laki dan tiga perempuan, jelasnya.
Jika pada masa kemunculan
pertama, trend penyebaran
HIV/AIDS akibat pergaulan berganti pasangan. Kini banyak ditemukan korban
akibat penyalahgunaan obat-obatan berbahaya dengan jarum suntik.
Trend lainnya, menurut
ia, juga karena kondisi
Kalbar yang kini telah menjadi daerah transit internasional.
Tujuh dirawat:
Sementara di tempat
terpisah, Direktur Rumah Sakit
Umum Daerah (RSUD) dr Soedarso Pontianak, dr HM Subuh, menyatakan dalam
tiga bulan terakhir telah tercatat tujuh pasien HIV/AIDS dirawat di rumah
sakit itu.
Mereka masuk dalam 54 penderita AIDS, di mana empat
orang masih menjalani perawatan, dua meninggal, satu telah pulang ke
tempat tinggalnya.
Ia mengatakan RSUD dr Soedarso merupakan satu dari
25 rumah sakit di Indonesia yang berjumlah sekitar 470 rumah sakit yang
menjadi rujukan bagi pasien penderita HIV/AIDS.
Oleh karena itu, sejak ditemukan pertama kalinya di
Kalbar tahun 1993, seorang penderita AIDS yang juga mantan pekerja seks
komersial, RSUD dr Soedarso menjadi tempat persinggahan pasien rawat inap
penderita HIV/AIDS.
Beberapa pasien yang pernah menjalani perawatan
HIV/AIDS, di antaranya nelayan asing asal Thailand, jelasnya. (Ant/O-1)
sumber:
Media Indonesia Online
kembali
ke atas
kembali
ke index pms & hiv/aids |