OZZY

Fokus:

X








Depan > Penyakit Menular Seksual & HIV/AIDS > Informasi

AIDS di Indonesia Capai 5.823 Kasus

Kasus AIDS di Indonesia setiap tahunnya terus menunjukkan kecenderungan meningkat hingga selama rentang dari 1996 sampai Maret 2006 jumlahnya mencapai 5.823 kasus.

Dr I Nyoman Kandun MPH, Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (PP dan PL) Depkes, di Bandung, Selasa, mengatakan, dari 5.823 kasus AIDS di Indonesia selama sepuluh tahun terakhir itu, 80,9 persen di antaranya menimpa pada kaum laki-laki dan 18,1% pada kaum perempuan.

"Hingga strategi upaya pencegahan harus dilakukan dengan memutus rantai penularan terutama pada populasi rawan tertular dan menularkan," katanya dalam acara Lokakarya Legal Drafting Perda Penanggulangan HIV/AIDS.

Menurut dia, terjadi peningkatan kasus AIDS di tanah air setiap tahunnya mulai 2002 sebanyak 1.172 kasus kemudian terus meningkat 2003 menjadi 1.488 kasus, 2004 menjadi 2.683 kasus, 2005 menjadi 5.321 kasus dan 2006 menjadi 5.823 kasus.

Ia mengatakan 14 provinsi di tanah air menempati kasus terbanyak AIDS, antara lain, DKI Jakarta sebanyak 2.101 kasus, Papua (tanpa Irjabar) 788 kasus, Jawa Timur 746 kasus, Jawa Barat 746 kasus dan Bali sebanyak 249 kasus.

"Kasus AIDS banyak menimpa pada kalangan usia 20 sampai 29 tahun sebanyak 2.877 orang," katanya.

Sedangkan dari cara penularan dari kasus AIDS tersebut, IDU sebanyak 3.719 kasus, heterosek 2.097 kasus, homoseks 256 kasus, perinatal 66 kasus dan tranfusi enam kasus.

Ia mengatakan strategi lainnya yang dilakukan untuk mengatasi kasus AIDS tersebut, yakni, upaya pelayanan dilakukan secara komprehensif dan terpadu dalam rangka meningkatkan kualititas hidup orang dengan HIV/AIDS dan mengurangi dampak sosial dari penyakit tersebut.

"Serta meningkatkan jangkauan dan kualitas pengendalian secara bertahap berdasarkan epidemiologi dengan menggunakan setiap sumber daya dan mengikutsertakan seluruh komponen masyarakat," katanya.

Kegiatan pencegahan yang dilakukan pemerintah dalam menangani kasus AIDS tersebut, antara lain, peningkatan gaya hidup sehat melalui KIE, life skill, edukasi, pendidikan kelompok sebaya dan konseling.

Selanjutnya, peningkatan penggunaan kondom para perilaku seksual rawan tertular dan menularkan, dan pengurangan dampak buruk (harm reduction) pada pengguna napza narkotika.

"Kemudian skrining pengamanan donor darah dan pencegahan penularan dari ibu HIV kepada anaknya," demikian I Nyoman Kandun. 

sumber: Media Indonesia Online

 

kembali ke atas

kembali ke index pms & hiv/aids

 

depan | profil | informasi | info buku | link | kritik | Curah Pendapat   
Kesehatan Ibu & Anak
| Keluarga Berencana | Kesehatan Rep Remaja
PMS & HIV/AIDS
| Aging | Gender & Kekerasan