|
Depan
> Penyakit Menular Seksual & HIV/AIDS
> Informasi
Perempuan
dan Infeksi Menular Seksual
Masalah-masalah
khusus perempuan
- Dibanding
laki-laki perempuan lebih rentan terhadap infeksi menular
seksual (IMS) baik secara biologis, kultur dan
sosioekomonis
- Mayoritas
IMS tidak memberikan gejala (asimptomatik) pada perempuan
(60-70% dari infeksi gonore dan klamidia)
- Pada
perempuan, konsekuensi IMS sangat serius dan kadang-kadang
bersifat fatal (misalnya kamker serviks, kehamilan ektopik
dan sepsis). Konsekuensi
juga terjadi pada bayi yang dikandung jika perempuan
terinf4eksi pada saat hamil (bayi lahir mati, kebutaan)
- Perempuan
cenderung tidak mencari pengobatan, selain karena tidak
adanya gejala yang dirasakan, hal ini juga disebabkan
karena adanya stigma yang dilekatkan pada perempuan yang
menderita IMS dan sering juga karena tidak ada waktu atau
uang untuk memeriksakan diri.
Kerugian pendekatan
sindrom dalam penanganan gonore dan klamidia pada perempuan
Pendekatan sindrom untuk
penanganan IMS menggunakan alur klinis sederhana berdasarkan
gejala-gejala dan tanda-tanda yang ada pada klien untuk
menentukan pengobatan sehingga klien dapat ditangani dalam
satu kali kunjungan (managed in a single visit) di
sarana-sarana pelayanan yang tidak dilengkapi fasilitas
laboratorium untuk mencari etiologi penyakit.
Obat-obat tertentu dipilih untuk mencakup sekaligus
berbagai mikroorganisme yang mungkin bertanggungjawab terhadap
terjadinya gejala dan tanda yang dialami klien di daerah
tertentu.
Namun, alur klinis dengan
menggunakan gejala adanya discharge vagina (keputihan)
merupakan pendekatan yang paling tidak memuaskan jika dilihat
dari segi sensitivitas dan spesifisitas.
Discharge vagina bukan merupakan indikator yang baik
untuk infeksi servisitis (gonore dan klamidia).
Di daerah dengan prevalensi
rendah pilihan yang ada hanyalah antara “pemberian
pengobatan yang berlebihan” (over treatment) atau
“tidak memberi pengobatan sama sekali”.
Upaya-upaya telah dilakukan
untuk meningkatkan sensitivitas alur tersebut dengan
menambahkan penilaian risiko sebagai pertimbangan.
Hal inipun tidak terlalu sukses; sebuah penelitian di
Tanzania dan Malawi mendapatkan sensitivitas hanya 50%.
Menggali cara-cara untuk
merasionalisasikan penerapan alur dengan menggunakan adanya
discharge vagina merupakan prioritas, sebab dari sisi
pembiayaan dianggap pendekatan sindrom ini cost effective.
Kegiatan World Health
Organization (WHO
- Penilaian
terhadap keuntungan memadukan penanganan IMS ke dalam
pelayanan keluarga berencana (KB)
- Mengevaluasi
pendekatan sindrom melalui alur adanya gejala discharge
vagina dan meniliti dan menggali cara-cara untuk
rasionalisasinya dengan menggunakan dasar prevalensi IMS
dan faktor-faktor demografi lain
- Promosi
pengembangan cara penegakan diagnosis yang sederhana untuk
mengevaluasi lebih lanjut adanya gejala discharge vagina
dan memperbaiki penganan kondisi tersebut pada perempuan
- Mengevaluasi
efektivitas alur pendekatan sindrom yang ada dengan
dilengkapi pemeriksaan bimanual dan pemeriksaan dengan
spekulum, dan penilaian risiko
- Melakukan
surveilans untuk mendapatkan data berdasarkan umur dan
jenis kelamin
- Pendidikan
kesehatan/ketrampilan hidup dsb. (Nurul)
sumber:
WHO
Information Fact Sheet No 249 June 2000
kembali
ke atas
kembali
ke index pms & hiv/aids |