OZZY

Fokus:

X








Website ini diterbitkan dalam
 rangka menyebarluaskan
 informasi mengenai
 kesehatan reproduksi dan
 seksualitas dari dan
untuk individu/
organisasi/lembaga yang 
mempunyai kepedulian 
terhadap kesehatan
 reproduksi dan jender. 
Redaksi menerima sumbangan
 pemikiran, opini, hasil kajian 
lapangan serta pengalaman 
yang berkaitan dengan 
maksud penerbitan 
website ini.

Tim Penyusun:
Ahmad Fauzi
Mercy Lucianawaty
Laily Hanifah
Nur Bernadette

Kritik & Saran:
Mitra INTI Foundation
Jl.Mampang Prapatan XIV No. 5
Tegal Parang
Mampang Prapatan
Jakarta 12790
Telp: 021 - 7991890, 7993426
Fax: 021 - 7993426
E-mail: yminti@mweb.co.id 

Depan > Penyakit Menular Seksual & HIV/AIDS > Informasi

Perempuan dan Infeksi Menular Seksual

Masalah-masalah khusus perempuan

  • Dibanding laki-laki perempuan lebih rentan terhadap infeksi menular seksual (IMS) baik secara biologis, kultur dan sosioekomonis
  • Mayoritas IMS tidak memberikan gejala (asimptomatik) pada perempuan (60-70% dari infeksi gonore dan klamidia)
  • Pada perempuan, konsekuensi IMS sangat serius dan kadang-kadang bersifat fatal (misalnya kamker serviks, kehamilan ektopik dan sepsis).  Konsekuensi juga terjadi pada bayi yang dikandung jika perempuan terinf4eksi pada saat hamil (bayi lahir mati, kebutaan)
  • Perempuan cenderung tidak mencari pengobatan, selain karena tidak adanya gejala yang dirasakan, hal ini juga disebabkan karena adanya stigma yang dilekatkan pada perempuan yang menderita IMS dan sering juga karena tidak ada waktu atau uang untuk memeriksakan diri. 

Kerugian pendekatan sindrom dalam penanganan gonore dan klamidia pada perempuan 

Pendekatan sindrom untuk penanganan IMS menggunakan alur klinis sederhana berdasarkan gejala-gejala dan tanda-tanda yang ada pada klien untuk menentukan pengobatan sehingga klien dapat ditangani dalam satu kali kunjungan (managed in a single visit) di sarana-sarana pelayanan yang tidak dilengkapi fasilitas laboratorium untuk mencari etiologi penyakit.  Obat-obat tertentu dipilih untuk mencakup sekaligus berbagai mikroorganisme yang mungkin bertanggungjawab terhadap terjadinya gejala dan tanda yang dialami klien di daerah tertentu. 

Namun, alur klinis dengan menggunakan gejala adanya discharge vagina (keputihan) merupakan pendekatan yang paling tidak memuaskan jika dilihat dari segi sensitivitas dan spesifisitas.  Discharge vagina bukan merupakan indikator yang baik untuk infeksi servisitis (gonore dan klamidia). 

Di daerah dengan prevalensi rendah pilihan yang ada hanyalah antara “pemberian pengobatan yang berlebihan” (over treatment) atau “tidak memberi pengobatan sama sekali”. 

Upaya-upaya telah dilakukan untuk meningkatkan sensitivitas alur tersebut dengan menambahkan penilaian risiko sebagai pertimbangan.   Hal inipun tidak terlalu sukses; sebuah penelitian di Tanzania dan Malawi mendapatkan sensitivitas hanya 50%. 

Menggali cara-cara untuk merasionalisasikan penerapan alur dengan menggunakan adanya discharge vagina merupakan prioritas, sebab dari sisi pembiayaan dianggap pendekatan sindrom ini cost effective

Kegiatan World Health Organization (WHO

  • Penilaian terhadap keuntungan memadukan penanganan IMS ke dalam pelayanan keluarga berencana (KB)
  • Mengevaluasi pendekatan sindrom melalui alur adanya gejala discharge vagina dan meniliti dan menggali cara-cara untuk rasionalisasinya dengan menggunakan dasar prevalensi IMS dan faktor-faktor demografi lain
  • Promosi pengembangan cara penegakan diagnosis yang sederhana untuk mengevaluasi lebih lanjut adanya gejala discharge vagina dan memperbaiki penganan kondisi tersebut pada perempuan
  • Mengevaluasi efektivitas alur pendekatan sindrom yang ada dengan dilengkapi pemeriksaan bimanual dan pemeriksaan dengan spekulum, dan penilaian risiko
  • Melakukan surveilans untuk mendapatkan data berdasarkan umur dan jenis kelamin 
  • Pendidikan kesehatan/ketrampilan hidup dsb. (Nurul)

 

sumber: WHO Information Fact Sheet No 249 June 2000

 

kembali ke atas

kembali ke index pms & hiv/aids

 

depan | profil | informasi | info buku | link | kritik | Curah Pendapat   
Kesehatan Ibu & Anak
| Keluarga Berencana | Kesehatan Rep Remaja
PMS & HIV/AIDS
| Aging | Gender & Kekerasan