OZZY

Fokus:

X








Website ini diterbitkan dalam
 rangka menyebarluaskan
 informasi mengenai
 kesehatan reproduksi dan
 seksualitas dari dan
untuk individu/
organisasi/lembaga yang 
mempunyai kepedulian 
terhadap kesehatan
 reproduksi dan jender. 
Redaksi menerima sumbangan
 pemikiran, opini, hasil kajian 
lapangan serta pengalaman 
yang berkaitan dengan 
maksud penerbitan 
website ini.

Tim Penyusun:
Ahmad Fauzi
Mercy Lucianawaty
Laily Hanifah
Nur Bernadette

Kritik & Saran:
Mitra INTI Foundation
Jl.Mampang Prapatan XIV No. 5
Tegal Parang
Mampang Prapatan
Jakarta 12790
Telp: 021 - 7991890, 7993426
Fax: 021 - 7993426
E-mail: yminti@mweb.co.id 

Depan > Penyakit Menular Seksual & HIV/AIDS > Informasi

Penderita HIV di Bali Bertambah 27 Orang DalamTiga Bulan

Penderita penyakit Human Immundeficiany Virus/Acquired Immnune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS) di Bali secara komulatif sejak 1987 hingga sekarang mencapai 452 orang, yang berarti dalam kurun tiga bulan bertambah 27 orang.

Tambahan tersebut, berdasarkan data awal Februari lalu penderitanya tercatat 425 orang, kata Asisten III Sekprov Bali, Tia Kusuma Wardhani, di Denpasar, Selasa.

Pada Acara Temu Media yang digelar Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Bali, ia mengatakan, para penderita tersebar di wilayah kota Denpasar 222 orang, Kabupaten Badung 153 orang dan Kabupaten Buleleng 39 orang.

Penularan virus HIV/AIDS cukup mengkhawatirkan, sehingga perlu upaya dari berbagai pihak untuk melakukan tindakan pencegahan, penyuluhan dan pembinaan agar masyarakat terhindar dari tertularnya virus yang berbahaya itu.

KPAD Bali dengan dukungan masyarakat dan semua pihak melakukan berbagai upaya, agar kehilangan kekebalan daya tubuh itu tidak menyebar semakin meluas, katanya.

Dr Nyoman Mangku Karmaya, pengurus KPAD Bali menambahkan, penyebaran HIV/AIDS sangat cepat, dahsyat dan bersifat meledak. Secara global perkiraan yang terjangkit HIV/AIDS kini mencapai 42 juta orang.

Infeksi baru setiap tahunnya mencapai lima juta orang dan kematian mencapai 3,1 juta jiwa atau hampir sama dengan jumlah penduduk Bali, ujar Karmaya seraya menambahkan, penderita sebagian besar berdomisili di negara-negara berkembang.

Penderita terbanyak adalah di Afrika 29,4 juta, menyusul Asia Selatan dan Tenggara 6 juta. Sementara di Indonesia yang rawan tertular HIV/AIDS diperkirakan 13-20 juta orang.

Oleh sebab itu, HIV/AIDS merupakan musuh biologis manusia sepanjang abad, karena dapat mengancam kemusnahan umat manusia, ucap Karmaya seraya mengharapkan, semua pihak lebih hati-hati dan waspada terhadap penyebaran yang sangat cepat tersebut. Selain itu, menghindari perilaku seks berisiko dan penggunaan narkoba.

Pusat pengobatan:

Mangku Karmaya menambahkan, seseorang yang kecanduan narkoba atau sejenisnya dapat dengan mudah kembali ke pemakaian sekali-sekali, sulit mengendalikan diri dari desakan dan kerinduan penggunaan obat.

Selalu muncul dorongan yang sangat kuat untuk mencari obat dan menggunakannya berulang-ulang, tidak peduli dengan ancaman kesehatan serta konsekwensi sosial, sekaligus ketergantungan.

Menghadapi kondisi yang demikian, membutuhkan adanya pusat-pusat pengobatan, atau masuk panti menjalani perawatan hingga sembuh. Tidak ada cara pemecahan yang ajaib dalam pengobatan pecandu.

"Kecanduan merupakan penyakit yang membutuhkan pengobatan lama, berulang-ulang serta kepatuhan dan tanggung jawab penderita sendiri," ujar Mangku Karmaya. (Ant/O-1)

sumber:  Media Indonesia Online

 

kembali ke atas

kembali ke index pms & hiv/aids

 

depan | profil | informasi | info buku | link | kritik | Curah Pendapat   
Kesehatan Ibu & Anak
| Keluarga Berencana | Kesehatan Rep Remaja
PMS & HIV/AIDS
| Aging | Gender & Kekerasan