OZZY

Fokus:

X








Website ini diterbitkan dalam
 rangka menyebarluaskan
 informasi mengenai
 kesehatan reproduksi dan
 seksualitas dari dan
untuk individu/
organisasi/lembaga yang 
mempunyai kepedulian 
terhadap kesehatan
 reproduksi dan jender. 
Redaksi menerima sumbangan
 pemikiran, opini, hasil kajian 
lapangan serta pengalaman 
yang berkaitan dengan 
maksud penerbitan 
website ini.

Tim Penyusun:
Ahmad Fauzi
Mercy Lucianawaty
Laily Hanifah
Nur Bernadette

Kritik & Saran:
Mitra INTI Foundation
Jl.Mampang Prapatan XIV No. 5
Tegal Parang
Mampang Prapatan
Jakarta 12790
Telp: 021 - 7991890, 7993426
Fax: 021 - 7993426
E-mail: yminti@mweb.co.id 

Depan > Penyakit Menular Seksual & HIV/AIDS > Informasi

Korban Kekerasan, Berisiko HIV

Wanita yang mengalami kekerasan dan terlalu didominasi oleh pasanganya akan memiliki resiko hampir 50 persen terkena penyakit HIV. Dr Rachel Jewkes, dari The Medical Research Council Pretoria menyatakan hal itu setelah melakukan penelitian mengenai faktor terjadinya HIV di Afrika Selatan.

Hasil penelitian itu sekaligus menegaskan bahwa para wanita yang mengalami kekerasan dari pasanganya akan memiliki kecendrungan yang kuat untuk terjangkiti virus yang mematikan.

"Wanita yang mengalami kekerasan oleh pasanganya prianya akan mengalami kenaikan resiko terkena HIV,' demikian tegas Dr Rachel Jewkes dari the Medical Research Council Pretoria seperti yang termuat di The Lancet medical journal. 

Saat ini setengah dari 40 juta orang diseluruh dunia terkena HIV/AIDS dimana tiga juta yang meninggal tahun silam diantaranya adalah wanita.

Dr Jewkes dan timnya telah melakukan penelitian dalam bentuk wawancara dengan sekitar 1,366 wanita hamil di Afrika Selatan di empat klinik di Soweto.  Kepada mereka ditanyalan mengenai hubungan dengan pasanganya, kebiasaan seksual dan kekerasan yang dialaminya.

Para wanita hamil itu juga dilakukan uji HIV. Hasilnya lebih dari satu dari lima wanita ternjangkiti HIV dikebanyakan wilayah di Afrika Selatan, demikian ujar UNAIDS, sebuah badan PBB yang berperan untuk memerangai HIV/AIDS. Di Afrika Selatan, figure yang mengalami HIV/AIDS mengalami 22-25 persen.

Kenyataan itu telah membuat, sara ahli AIDS untuk melakukan ABC (Abtinence, Being faithful dan Condom) untuk menanggulangi HIV menjadi dampak yang terlalu sedikit hasilnya.

Menurut Dr Kristin Dunkle dari University of Michigan, yang ikut serta dalam penelitian ini, seharusnya tindakan ABC bisa untuk mengontrol kebiasaan sex yang dilakukan oleh para wanita dan pasanganya.

55 persen wanita yang masuk dalam subyek penelitian dilaporakan mengalami kekerasan sex oleh para pasangan prianya. Dan lebiuh dari 30 persen diantaranya mengalaminya dalam 12 bulan terakhir.  Malah satu dari lima wanita setidaknya mengalami kekerasan sex lebih sekali dalam satu tahun terakhir.

"Hasil ini membuat para ahli harus memikirkan ulang mengenai konseling HIV dan layanan pencegahan,' tambah Dunkle.

Untuk melakukan upaya yang lebih mumpuni, awal tahun ini UNAIDS dan sejumlah badan lain telah meningkatkan kerjasamanya untuk melakukan pencegahan dan terapi pada para wanita muda dan para gadis mengenai bahanya HIV/AIDS.  Di Afrika, setidaknya resiko para gadis muda terkena HIV dua kali lebih besar ketimbang pria.

sumber:  JAKNEWS.COM-

 

kembali ke atas

kembali ke index pms & hiv/aids

 

depan | profil | informasi | info buku | link | kritik | Curah Pendapat   
Kesehatan Ibu & Anak
| Keluarga Berencana | Kesehatan Rep Remaja
PMS & HIV/AIDS
| Aging | Gender & Kekerasan