|
Depan
> Penyakit Menular Seksual & HIV/AIDS
> Informasi
Korban Kekerasan,
Berisiko HIV
Wanita yang mengalami kekerasan dan terlalu didominasi oleh
pasanganya akan memiliki resiko hampir 50 persen terkena
penyakit HIV. Dr Rachel Jewkes, dari The Medical Research
Council Pretoria menyatakan hal itu setelah melakukan
penelitian mengenai faktor terjadinya HIV di Afrika Selatan.
Hasil penelitian itu sekaligus menegaskan bahwa para wanita
yang mengalami kekerasan dari pasanganya akan memiliki
kecendrungan yang kuat untuk terjangkiti virus yang mematikan.
"Wanita yang mengalami kekerasan oleh pasanganya prianya
akan mengalami kenaikan resiko terkena HIV,' demikian tegas Dr
Rachel Jewkes dari the Medical Research Council Pretoria
seperti yang termuat di The Lancet medical journal.
Saat ini setengah dari 40 juta orang diseluruh dunia terkena
HIV/AIDS dimana tiga juta yang meninggal tahun silam diantaranya
adalah wanita.
Dr Jewkes dan timnya telah melakukan penelitian dalam bentuk
wawancara dengan sekitar 1,366 wanita hamil di Afrika Selatan
di empat klinik di Soweto. Kepada mereka ditanyalan
mengenai hubungan dengan pasanganya, kebiasaan seksual dan
kekerasan yang dialaminya.
Para wanita hamil itu juga dilakukan uji HIV. Hasilnya
lebih dari satu dari lima wanita ternjangkiti HIV dikebanyakan
wilayah di Afrika Selatan, demikian ujar UNAIDS, sebuah badan
PBB yang berperan untuk memerangai HIV/AIDS. Di Afrika
Selatan, figure yang mengalami HIV/AIDS mengalami 22-25 persen.
Kenyataan itu telah membuat, sara ahli AIDS untuk melakukan
ABC (Abtinence, Being faithful dan Condom) untuk menanggulangi
HIV menjadi dampak yang terlalu sedikit hasilnya.
Menurut Dr Kristin Dunkle dari University of Michigan, yang
ikut serta dalam penelitian ini, seharusnya tindakan ABC bisa
untuk mengontrol kebiasaan sex yang dilakukan oleh para wanita
dan pasanganya.
55 persen wanita yang masuk dalam subyek penelitian
dilaporakan mengalami kekerasan sex oleh para pasangan prianya.
Dan lebiuh dari 30 persen diantaranya mengalaminya dalam 12
bulan terakhir. Malah satu dari lima wanita setidaknya
mengalami kekerasan sex lebih sekali dalam satu tahun terakhir.
"Hasil ini membuat para ahli harus memikirkan ulang
mengenai konseling HIV dan layanan pencegahan,' tambah Dunkle.
Untuk melakukan upaya yang lebih mumpuni, awal tahun ini
UNAIDS dan sejumlah badan lain telah meningkatkan kerjasamanya
untuk melakukan pencegahan dan terapi pada para wanita muda
dan para gadis mengenai bahanya HIV/AIDS. Di Afrika,
setidaknya resiko para gadis muda terkena HIV dua kali lebih
besar ketimbang pria.
sumber:
JAKNEWS.COM-
kembali
ke atas
kembali
ke index pms & hiv/aids |