OZZY

Fokus:

X








 

Depan > Penyakit Menular Seksual & HIV/AIDS > Informasi

Pemerintah Inggris Berikan Bantuan £25 Juta untuk Dana Kemitraan Penanggulangan HIV/AIDS di Indonesia

Pemerintah Inggris melalui Departemen Pembangunan Internasional (DFID) bersama Program Pembangunan PBB (UNDP) menandatangani nota penyerahan bantuan sejumlah total £25 juta (sekitar 400 milyar rupiah) untuk jangka waktu tiga tahun (2005-2007) kepada Pemerintah Indonesia melalui Dana Kemitraan Penanggulangan HIV/AIDS di Indonesia. Inggris merupakan penyumbang pertama kepada Dana Kemitraan ini. Dana tersebut akan
dikelola oleh Komisi Nasional Penanggulangan AIDS Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat Republik Indonesia, dengan bantuan manajemen keuangan dari UNDP dan koordinasi teknis dari UNAIDS.

Kesepakatan tersebut ditandatangani pada hari Rabu, 18 Mei 2005, disaksikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, Dr. Alwi Shihab , yang juga adalah Ketua Komisi Penanggulangan AIDS Nasional.

Indonesia perlu meningkatkan skala penanggulangan HIV/AIDS sesegera mungkin, untuk menekan laju penyebaran epidemi tersebut. Meskipun tingkat prevalensi HIV/AIDS (Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immune Deficiency Syndrome) di Indonesia kurang dari 5%, epidemi ini dengan cepat menyebar di kalangan pengguna narkoba suntik (termasuk dikalangan para narapidana), pekerja seks komersial serta pelanggan mereka dan juga waria.

Namun telah terdapat konsensus yang disepakati oleh seluruh mitra yang bekerja untuk penanggulangan  HIV/AIDS bahwa jika ada tindakan nyata dengan target yang jelas dan intensif, Indonesia masih dapat menghentikan dan mulai membalik laju penyebaran penularan HIV/AIDS.

Dana Kemitraan untuk HIV/AIDS dibentuk untuk meningkatkan kinerja pemerintah dalam menanggulangi penyebaran epidemi ini. Dana ini akan digunakan untuk mendukung pelaksanaan Strategi Nasional HIV/AIDS 2003-2007 di tingkat nasional dan lokal.

Para ahli memperkirakan terdapat sekitar 90.000 sampai 130.000 orang Indonesian yang hidup dengan HIV/AIDS. Menurut kasus yang dilaporkan, jumlah pengidap HIV/AIDS dari kalangan perempuan terus meningkat.  Selain itu di lembaga pemasyarakatan Jakarta, prevalensi HIV mulai meningkat semenjak tahun 1999, dua tahun setelah peningkatan terjadi di kalangan pengguna Narkoba suntikan, dengan puncaknya mencapai 25% di tahun 2002.

Terdapat lima area prioritas pemanfaatan Dana ini yaitu: mengurangi risiko transmisi HIV secara seksual mengurangi risiko penularan HIV di antara pengguna suntik narkoba; meningkatkan kesadaran masyarakat umum mengenai HIV/AIDS, terutama di kalangan generasi muda; meningkatkan akses dan layanan pengobatan dan perawatan HIV/AIDS yang berkualitas, dan meningkatkan kualitas hidup orang yang hidup dengan HIV/AIDS (ODHA). Dana Kemitraan juga akan digunakan untuk memperkuat Sekretariat Komisi Nasional Penanggulangan HIV/AIDS (KPA) melalui penyediaan bantuan teknis, pengadaan peralatan dan pengobatan untuk meningkatkan skala layanan bagi populasi masyarakat yang memiliki resiko tinggi terhadap infeksi HIV/AIDS.

Melalui mekanisme Dana Kemitraan untuk Penanggulangan HIV/AIDS  ini, para donor dan investor lainnya dapat menyalurkan sumbangannya, tanpa harus mengembangkan program sendiri. Dana Kemitraan akan digunkan untuk memperkuat sekertariat KPA dan penyediaan bantuan teknis, pengadaan peralatan dan pengobatan untuk meningkatkan skala layanan bagi populasi masyarakat yang memiliki resiko tinggi terhadap infeksi HIV/AIDS.

DFID akan mendukung prioritisasi dan alokasi dana untuk HIV/AIDS sesuai dengan prisip 
'3-Satu': Satu kerangka kerja nasional, Satu lembaga koordinasi nasional dan Satu aturan monitoring dan evaluasi. Dalam tiga tahun kedepan, dana bantuan dari DFID diharapkan dapat membantu menciptakan Komisi Penanggulangan AIDS yang lebih effektif di setiap propinsi dan wilayah yang menjadi prioritas pemerintah dalam penanggulangan HIV/AIDS.

Upaya nasional dalam penanggulangan HIV/AIDS merupakan refleksi dari dukungan Pemerintah Indonesia untuk pencapaian Tujuan Pembangunan Milenium (Millenium Development Goals/MDGs). MDGs adalah delapan tujuan pembangunan yang disepakati oleh 191 negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk dicapai tahun 2015.

Menanggulangi HIV/AIDS, malaria dan penyakit lainnya adalah tujuan ke-6 MDGs, dengan target untuk menghentikan dan mulai menurunkan laju penyebaran HIV/AIDS di tahun 2015.

sumber:  SIARAN PERS BERSAMA KPA-DFID-UNDP-UNAIDS Indonesia, Jakarta, 18 Mei 2005 -

 

kembali ke atas

kembali ke index pms & hiv/aids

 

depan | profil | informasi | info buku | link | kritik | Curah Pendapat   
Kesehatan Ibu & Anak
| Keluarga Berencana | Kesehatan Rep Remaja
PMS & HIV/AIDS
| Aging | Gender & Kekerasan