OZZY

Fokus:

X








Website ini diterbitkan dalam
 rangka menyebarluaskan
 informasi mengenai
 kesehatan reproduksi dan
 seksualitas dari dan
untuk individu/
organisasi/lembaga yang 
mempunyai kepedulian 
terhadap kesehatan
 reproduksi dan jender. 
Redaksi menerima sumbangan
 pemikiran, opini, hasil kajian 
lapangan serta pengalaman 
yang berkaitan dengan 
maksud penerbitan 
website ini.

Tim Penyusun:
Ahmad Fauzi
Mercy Lucianawaty
Laily Hanifah
Nur Bernadette

Kritik & Saran:
Mitra INTI Foundation
Jl.Mampang Prapatan XIV No. 5
Tegal Parang
Mampang Prapatan
Jakarta 12790
Telp: 021 - 7991890, 7993426
Fax: 021 - 7993426
E-mail: yminti@mweb.co.id 

Depan > Penyakit Menular Seksual & HIV/AIDS > Informasi

Hasil Angket Kebutuhan dan Minat Odha: Odha Paling Butuh Bantuan Obat!

Jenis layanan apakah yang paling dibutuhkan orang dengan HIV/AIDS (Odha)? Jawabannya, tak lain: layanan bantuan obat! Paling tidak itulah yang disampaikan 38 Odha di Jakarta, Oktober 2002 lalu. Pada Pertemuan Pelita Plus -Kelompok Persahabatan Odha di Yayasan Pelita Ilmu- yang dihadiri 70 Odha itu, seluruh pengisi angket (100%) merasa bahwa bantuan obat-obat antiretroviral adalah layanan yang sangat dibutuhkan Odha.

Kemajuan obat-obat AIDS -biasa disebut obat-obat antiretroviral (ARV)- belakangan ini memang memberikan harapan besar bagi para Odha. Penggunaan kombinasi tiga jenis obat ARV (triple drugs) telah terbukti mampu menurunkan jumlah HIV di tubuh Odha hingga tak bisa dideteksi lagi (undetectable). Menurut informasi Dr. Zubairi Djoerban pada acara "Sarasehan & Buka Puasa Bersama Odha" di Sanggar Kerja YPI Sabtu, 9 November 2002, pada saat ini di Jakarta terdapat 98 Odha yang telah mencapai kondisi HIV undetectable. Akibatnya, Odha bisa menjalani hari-harinya dengan mantap, bugar, karena masa tanpa gejala-gejala AIDS bisa diperpanjang. Beberapa Odha kembali aktif bekerja/sekolah karena kondisi fisiknya membaik setelah meminum obat-obat ARV dengan teratur. Saat ini, lebih dari 300 Odha mampu membeli obat-obat ARV berjenis generik (di Pokdisus AIDS FKUI/RSCM) karena harganya jauh lebih murah daripada obat yang paten. Meski demikian, harga obat ARV generik sekitar 700 ribu rupiah per bulan tetap saja masih sulit terjangkau bagi kebanyakan Odha. Maka, tak heran 100% Odha tadi menyatakan layanan yang paling dibutuhkan adalah bantuan obat ARV.           

Mempertahankan kondisi fisik tubuh selalu menjadi perhatian Odha. Buktinya, selain obat-obat ARV, Odha (95%) juga merasa butuh dengan obat-obat infeksi oportunistik, layanan pemeriksaan laboratorium, dan layanan tenaga medis.

Tak hanya masalah medis, Odha sering kali menghadapi masalah-masalah psikologis dan sosial. Untuk itu, Odha (97%) membutuhkan layanan pertemuan antar Odha. Hampir semua Odha amat berharap agar dipersering acara-acara kumpul sesama Odha. Pertemuan itu membuat Odha merasa tidak sendirian menghadiri masalah yang dihadapi, dapat saling bertukar kisah dan harapan. Sering kali Odha mengaku bahwa seusai menghadiri pertemuan antar Odha, timbul semangat dan kekuatan baru untuk menjalani kehidupan yang lebih bermakna dan berjiwa optimis.

Karena beban psikologis yang dialaminya, Odha (95%) merasa butuh dengan layanan tenaga konselor yang mampu memberikan alternatif-alternatif pilihan untuk mengatasi masalah-masalahnya. Selain itu, sebanyak 92% Odha menyatakan butuh atas layanan relawan pendamping yang bersedia menjadi sahabat terpercaya untuk berbagi rasa, berkeluh kesah dan menemani hari-harinya.

Jenis-jenis layanan lainnya yang dibutuhkan Odha dapat dilihat pada Tabel 1. Secara umum terlihat bahwa sebagian besar Odha nampaknya merasa butuh dengan ke-18 jenis layanan tersebut. Buktinya, layanan di ranking terakhir pun dibutuhi oleh lebih dari 70% Odha.      


Table 1: Layanan Dukungan yang Dibutuhkan Odha (n=38)

No. Jenis Layanan Dukungan yang Diberikan untuk Odha

Jumlah Odha yang Butuh (%)

1 Layanan bantuan obat-obat antiretroviral

100

2 Layanan pertemuan antar Odha 97
3 Layanan bantuan obat-obat infeksi oportunistik 95
4 Layanan pemeriksaan laboratorium (CD4, viral load) 95
5 Layanan tenaga medis (dokter, perawat) 95
6 Layanan konseling Odha (tatap muka dengan seorang konselor terlatih) 95
7 Layanan relawan pendamping Odha 92
8 Layanan hotline telepon (untuk berbincang tentang masalah2 Odha) 89
9 Layanan tenaga psikolog 87
10 Layanan terapi kreatif (musik, film, bacaan hiburan, wisata alam, dll) 87
11 Layanan ahli nutrisi (makanan bergizi) 84
12 Layanan bantuan makanan-makanan bergizi 84
13 Layanan bantuan modal usaha kerja mandiri (agar Odha tetap produktif) 82
14 Layanan ahli agama (ustadz, pendeta, dll) 79
15 Layanan bantuan advokasi (untuk mengatasi masalah-masalah sosial Odha) 76
16 Layanan penyuluhan kepada keluarga Odha (tentang hidup bersama Odha) 76
17 Layanan ahli pengobatan tradisional (jamu, akupresur, akupuntur, dll) 71
18 Layanan ahli olah kebugaran tubuh (senam, yoga, meditasi, dll). 71

 
Odha Paling Butuh Pelatihan Cara Pakai Obat

Berbagai jenis pelatihan bisa dijalankan untuk memberdayakan Odha. Jika Odha diminta untuk memilih, jenis pelatihan apakah yang paling sangat dibutuhkannya? Ternyata, hasil angket yang diisi 38 Odha itu menunjukkan bahwa Odha (97%) butuh Pelatihan Cara Penggunaan Obat-Obat HIV/AIDS. Obat-obat ARV yang penuh ragam itu memang harus dipahami dengan benar oleh Odha, antara lain dalam hal dosis, aturan pakai, aturan kombinasi obat, penyimpanan, ataupun efek samping obat. Berbagai studi menunjukkan bahwa hasil optimal kombinasi obat-obat ARV (mencapai jumlah HIV yang undetectable) hanya bisa tercapai jika Odha meminumnya dengan disiplin.   

Odha butuh pula pelatihan-pelatihan yang memungkinkannya untuk terlibat sebagai pelaku aktif dalam menangani masalah HIV/AIDS. Contohnya, sebanyak 95% Odha merasa butuh Pelatihan Cara Berbicara di Depan Umum. Selain untuk meningkatkan kepercayaan dirinya, Odha yang tampil berbicara di muka umum (dalam acara-acara seminar, penyuluhan, dll) akan turut berkontribusi membentuk sikap yang positif dari audiens terhadap masalah HIV/AIDS. Selain itu, Odha (92%) juga butuh pelatihan untuk menjadi konselor pra dan post test HIV, ataupun pelatihan jurnalistik agar Odha mampu membuat tulisan dan berita tentang HIV/AIDS (87%). 

Banyak Odha yang tidak bekerja karena kondisi HIV di tubuhnya. Ada yang diminta berhenti bekerja oleh perusahaan setelah diketahui dirinya HIV positif, ada yang minta mundur sendiri karena khawatir status HIV-nya akan diketahui teman-temannya, ada pula yang berhenti karena memang kondisi fisiknya yang mulai melemah. Odha yang ingin mencoba berwiraswasta mengalami beberapa kendala, antara lain kurangnya keterampilan, tidak adanya pembimbing/pendorong semangat, ataupun ketiadaan modal usaha (cukup banyak Odha yang berlatar belakang ekonomi kurang mampu). Mungkin karena kondisi itulah, sebanyak 84% Odha merasa butuh adanya Pelatihan Cara Meningkatkan Kemampuan Wirausaha. Odha ingin mampu kerja mandiri dan tetap hidup produktif.
Jenis-jenis pelatihan lainnya yang dibutuhkan Odha bisa dilihat pada Table 2 berikut.
     
Table 2: Pelatihan Pemberdayaan yang Dibutuhkan Odha  (n=38)

No.

Jenis Pelatihan untuk Memberdayakan Odha

Jumlah Odha yang Butuh (%)

1 Pelatihan Cara Penggunaan Obat-Obat HIV/AIDS 97
2 Pelatihan Cara Berbicara di Depan Umum (public speaking) 95
3 Pelatihan Konseling (menjadi konselor pra dan post testing HIV) 92
4 Pelatihan Jurnalistik (teknik membuat tulisan dan berita HIV/AIDS) 87
5 Pelatihan Cara Meningkatkan Kemampuan Wirausaha (kerja mandiri) 84
6 Pelatihan Menjadi Pewawancara/interviewer (untuk penelitian sosial Odha)  82
7 Pelatihan Pemanfaatan Obat-Obat Tradisional (untuk menjaga kebugaran) 79
8 Pelatihan tentang Teknik Advokasi (untuk mengatasi masalah sosial Odha) 79
9 Pelatihan Membuat Tulisan Ilmiah (menulis abstrak konferensi AIDS, dll) 79
10 Pelatihan Membuat Proposal Kegiatan/Program 79
11 Pelatihan Cara-Cara Mengelola Organisasi Sosial (manajemen LSM, dll) 79
12 Pelatihan/Kursus Bahasa Inggris 76


Relawan Dibutuhkan untuk Menjaga Odha di Rumah Sakit

Sejak tahun 1994, para Odha yang berhubungan dengan Yayasan Pelita Ilmu kerap kali mendapatkan jasa layanan dampingan dari para relawan. Para relawan tersebut adalah anggota masyarakat yang berasal dari berbagai latar belakang pendidikan, pekerjaan, sosial ekonomi, agama, usia, dan orientasi seksual. Terdapat berbagai jenis kegiatan para relawan dalam mendampingi Odha. Menurut Odha sendiri, jenis kegiatan relawan apakah yang paling mereka butuhkan? Ternyata jawabnya: kegiatan relawan dalam menjaga Odha yang sedang dirawat di rumah sakit. Semua Odha (100%) merasa butuh adanya kehadiran para relawan disisinya jika ia sedang berbaring selama berhari-hari di rumah sakit. Selain untuk membangkitkan semangat, para relawan diharapkan mampu menjadi jembatan komunikasi antara Odha dengan para perawat ataupun petugas lainnya di rumah sakit.  

Sebanyak 97% Odha juga berharap para relawan bersedia dan mampu memberikan penjelasan kepada pihak keluarga Odha tentang masalah yang dihadapi Odha. Memang cukup sering para relawan bertemu dengan pihak keluarga yang belum yakin tentang cara-cara penularan HIV, ataupun pihak keluarga yang belum bisa menerima kehadiran Odha di rumahnya.

Tabel 3: Kegiatan Relawan Pendamping yang Dibutuhkan Odha (n=38)

No. Jenis Kegiatan Relawan Pendamping Odha Jumlah Odha yang Butuh (%)
1 Membantu menjaga Odha yang sedang dirawat di rumah sakit 100
2 Memberikan penjelasan kepada pihak keluarga Odha tentang masalah yang dihadapi Odha 97
3 Membantu Odha mengatasi masalah diskriminasi di sekitar tempat tinggal Odha 95
4 Memberikan informasi kepada Odha tentang jenis dan cara penggunaan obat antiretroviral 95
5 Menjenguk Odha yang sedang kesepian/butuh teman bicara di rumahnya 95
6 Membantu Odha mencarikan tenaga ahli yang dibutuhkan Odha (psikolog, rohaniawan, dll). 95
7 Membantu Odha untuk mengatasi masalah diskriminasi terhadap Odha di tempat kerja Odha 92
8 Memberikan penjelasan kepada berbagai pihak tentang cara penyelenggaraan jenazah Odha 87
9 Membantu keluarga dalam penyelenggaraan jenazah Odha (memandikan, menguburkan, dll) 87
10 Mengingatkan Odha untuk disiplin meminum obat-obat antiretroviral 87
11 Membantu mengantarkan Odha ke dokter 87
12 Membantu Odha membuat tulisan-tulisan tentang HIV/AIDS untuk dimuat media massa 84
13 Membantu mencarikan obat-obatan (membeli dan mengantarkan obat ke alamat Odha) 82
14 Menemani Odha pergi ke tempat-tempat santai/rekreasi yang diinginkan Odha 82
15 Membantu perawatan kebersihan rumah Odha 79
16 Membantu Odha yang butuh bimbingan membuat surat warisan 71

 

Odha Sangat Berminat Menjadi Penyuluh

Berbagai jenis kegiatan semakin banyak yang dijalani oleh teman-teman Odha untuk terlebih secara aktif di lapangan dalam upaya penanggulangan masalah HIV/AIDS.  Hal ini sangat sejalan dengan prinsip GIPA (Greater Involvement of People Living with or Affected by HIV/AIDS) yang didengungkan oleh UNAIDS, sebuah badan PBB yang mengurus HIV/AIDS.

Odha ternyata amat berminat untuk menjadi penyuluh HIV/AIDS bagi masyarakat umum. Namun ketika menyuluh, mereka (97%) tidak mau bercerita bahwa dirinya seorang yang HIV positif. Yang penting, Odha memberikan kontribusinya secara nyata agar jangan sampai masyarakat tertular HIV. Prosentase Odha yang siap tampil di muka umum sebagai orang HIV positif memang jauh lebih kecil, yaitu sebanyak 66%. Kondisi ini amat dimaklumi, karena Odha harus siap secara mental dan telah memperhitungkan segala risikonya dengan matang jika ingin terbuka kepada masyarakat tentang status HIV-nya.     

Berbagai jenis kegiatan lainnya yang diminati Odha dapat dilihat pada Table 3.

Table 4: Kegiatan-kegiatan yang Diminati Odha (n=38)

No.

Jenis Kegiatan Odha

Jumlah Odha yang Butuh (%)

1 Menjadi penyuluh materi HIV/AIDS (tidak bercerita sebagai Odha) 97
2 Menjadi peserta pada acara-acara seminar HIV/AIDS 95
3 Menghadiri undangan-undangan rapat/diskusi tentang permasalahan Odha 95
4 Melakukan dialog dengan pihak lembaga donor (untuk mendapatkan bantuan dana) 92
5 Menjadi relawan pendamping Odha (agar dapat membantu sesama Odha) 89
6 Melakukan dialog dengan pihak pemerintah (agar memperhatikan masalah2 Odha) 87
7 Melakukan dialog dengan produsen obat-obat AIDS (agar harganya terjangkau) 87
8 Menjadi panitia acara-acara peduli AIDS 87
9 Menjadi nara sumber (diwawancarai) wartawan media cetak (yang dikenal YPI)  84
10 Melakukan kegiatan penggalangan dana (untuk membantu masalah ekonomi Odha) 84
11 Menjadi nara sumber (diwawancarai) wartawan radio (yang dikenal YPI) 82
12 Menjadi relawan di LSM Peduli AIDS 79
13 Membuat tulisan tentang HIV/AIDS agar bisa dimuat di media massa umum 79
14 Menjadi staf tetap di LSM Peduli AIDS 76
17 Menjadi nara sumber (diwawancarai) wartawan televisi (yang dikenal YPI) 71
18 Membuat tulisan tentang HIV/AIDS agar bisa dimuat di Majalah Support YPI 68
19 Menjadi reporter/tim redaksi Majalah Support YPI 68
20 Menjadi nara sumber pada acara peduli AIDS untuk umum (tampil sebagai Odha) 66


Dasar Perancangan Program

Angket diatas hanyalah sebuah upaya penjajakan awal (need assessment) untuk mendapatkan informasi dasar tentang kebutuhan dan minat yang sebenarnya dirasakan oleh Odha. Tidak dilakukan teknik penggalian data lebih mendalam terhadap jawaban-jawaban Odha tersebut. Pada pengisian angket, Odha dipersilakan untuk menentukan pendapatnya (butuh atau tidak butuh; minat atau tidak minat) terhadap pernyataan-pernyataan yang disajikan. Meski disediakan kolom khusus, tidak ada Odha yang menuliskan jenis kebutuhan/minat yang mungkin belum tersaji dalam angket.

Hasil angket sederhana ini semoga bisa menjadi dasar pijakan bagi Pelita Plus -ataupun pihak-pihak lainnya- dalam merancang program dukungan untuk Odha. Bukankah sebuah program akan lebih berdaya guna jika berawal dari kebutuhan yang benar-benar dirasakan sendiri oleh sasaran program (client oriented)?

sumber: Majalah Support, No. 60/November 2002    

 

kembali ke atas

kembali ke index pms & hiv/aids

 

depan | profil | informasi | info buku | link | kritik | Curah Pendapat   
Kesehatan Ibu & Anak
| Keluarga Berencana | Kesehatan Rep Remaja
PMS & HIV/AIDS
| Aging | Gender & Kekerasan