OZZY

Fokus:

X








Website ini diterbitkan dalam
 rangka menyebarluaskan
 informasi mengenai
 kesehatan reproduksi dan
 seksualitas dari dan
untuk individu/
organisasi/lembaga yang 
mempunyai kepedulian 
terhadap kesehatan
 reproduksi dan jender. 
Redaksi menerima sumbangan
 pemikiran, opini, hasil kajian 
lapangan serta pengalaman 
yang berkaitan dengan 
maksud penerbitan 
website ini.

Tim Penyusun:
Ahmad Fauzi
Mercy Lucianawaty
Laily Hanifah
Nur Bernadette

Kritik & Saran:
Mitra INTI Foundation
Jl.Mampang Prapatan XIV No. 5
Tegal Parang
Mampang Prapatan
Jakarta 12790
Telp: 021 - 7991890, 7993426
Fax: 021 - 7993426
E-mail: yminti@mweb.co.id 

Depan > Penyakit Menular Seksual & HIV/AIDS > Informasi

Meningkatkan Akses Terapi HIV/AIDS

Terapi HIV/AIDS mempunyai arti luas karena meliputi kegiatan terapi fisik,
psikologis dan dukungan sosial. Sejak tahun 1996 terjadi perubahan yang
cukup mendasar dalam bidang terapi HIV/AIDS, dengan ditemukannya ARV
kombinasi yang mempunyai efektivitas tinggi. Kombinasi ini dalam 6 bulan
mampu menyebabkan HIV dalam darah tidak terdeteksi (undetectable). Karena
itu terapi HIV dianggap merupakan terapi yang efektif. Terapi ini mampu
meningkatkan kualitas hidup, memperpanjang survival dan mencegah infeksi
oportunistik sehingga Odha tidak perlu lagi dirawat berulang-ulang di rumah
sakit. Menurut penilaian cost effectiveness terapi ini lebih cost effective
daripada terapi operasi pintas jantung. Dengan demikian obat ARV merupakan
kebutuhan Odha, namun obat ini hanya dapat diakses oleh Odha di negera maju
karena harganya yang amat mahal.yaitu sekitar 8-10 juta sebulan.

Sekitar tahun 2000 India mampu membuat obat ARV generik dan obat ini
segera digunakan Odha di negara berkembang seperti di India, Afrika Selatan,
dan Thailand. Harganya yang murah (sekitar 300.000 perbulan) dan bentuknya
yang praktis (kombinasi 3 obat dalam satu tablet) menjadikan obat ini amat
populer di negara miskin. Sekarang ini sekitar 15 negara berkembang di Asia,
Afrika, dan Amerika Latin telah menggunakan obat ARV generik ini.

Di Indonesia penggunaan obat ARV generik di mulai pada September 2001 dan
sampai sekarang ini telah digunakan oleh sekitar 350 Odha di  Indonesia
secara teratur dengan cara ,membayar sendiri (harganya masih berkisar antara
500 sampai 700.000 rupiah). Jumlah obat yang tersedia masih amat kurang dan
diperkirakan jumlah Odha yang membutuhkan obat ARV ini pada tahun 2005
adalah 10.000 orang. Sedangkan pada tahun 2003 diharapkan dapat dilayani
200O orang Odha.

Pada tanggal 17 Oktober 2002 telah dibentuk Gerakan Nasional Meningkatkan
Akses Terapi HIV/AIDS yang mempunyai berbagai kegiatan yaitu :

1.Informasi Terapi

2.Layanan Voluntary testing and Counseling (VCT)

3.Layanan Pencegahan Transmisi HIV dari ibu ke Anak

4. Layanan Penatalaksanaan Narkoba & Pencegahan infeksi melalui penggunaan
jarum suntik steril

5.Penyediaan obat ARV dan Oportunistik yang mencukupi

6.Pelatihan tenaga kesehatan di seluruh Indonesia.

7.Meningkatkan Peran Odha dalam layanan Akses Terapi

8.Menekan harga obat agar terjangkau oleh masyarakat luas.

9. Membangun jalur distribusi yang efisien

10.Memantau hasil pengobatan dan efek samping

11. Melakukan Advokasi.

12. Penggalangan Dana

13. Humas dan Publikasi

14.Monitoring dan pelaporan

Sasaran Kegiatan 2003

1. Memasukkan rencana peningkatan akses terapi dalam strategi nasional
penanggulangan AIDS.

2.Menyiapkan layanan untuk 2000 orang

3.Mendoromg produksi obat ARV generik di Indonesia

4.Memasukkan obat ARV generik dalam Daftar Obat Esensial

5.Menggalang dana untuk Odha tak Mampu 500 orang (25 % dari layanan
keseluruhan)

 

Cara Mencapai Strategi

1.. Membangun opini publik tentang pentingnya akses terapi ARV

2.. Menggalang seluruh Potensi masyarakat dan LSM

3.. Kerjasama dengan Pemerintah dan Industri/ Swasta

4.. Kerjasama dengan Lembaga yang terkait di dalam maupun di luar
negeri.

5.. Meningkatkan Peran Serta Odha Dalam layanan Akses Terapi.

sumber: Aids-ina    

 

kembali ke atas

kembali ke index pms & hiv/aids

 

depan | profil | informasi | info buku | link | kritik | Curah Pendapat   
Kesehatan Ibu & Anak
| Keluarga Berencana | Kesehatan Rep Remaja
PMS & HIV/AIDS
| Aging | Gender & Kekerasan