|
Depan
> Penyakit Menular Seksual & HIV/AIDS
> Informasi
Meningkatkan Akses
Terapi HIV/AIDS
Terapi HIV/AIDS mempunyai arti
luas karena meliputi kegiatan terapi fisik,
psikologis dan dukungan sosial. Sejak tahun 1996 terjadi
perubahan yang
cukup mendasar dalam bidang terapi HIV/AIDS, dengan
ditemukannya ARV
kombinasi yang mempunyai efektivitas tinggi. Kombinasi ini
dalam 6 bulan
mampu menyebabkan HIV dalam darah tidak terdeteksi
(undetectable). Karena
itu terapi HIV dianggap merupakan terapi yang efektif. Terapi
ini mampu
meningkatkan kualitas hidup, memperpanjang survival dan
mencegah infeksi
oportunistik sehingga Odha tidak perlu lagi dirawat
berulang-ulang di rumah
sakit. Menurut penilaian cost effectiveness terapi ini lebih
cost effective
daripada terapi operasi pintas jantung. Dengan demikian obat
ARV merupakan
kebutuhan Odha, namun obat ini hanya dapat diakses oleh Odha
di negera maju
karena harganya yang amat mahal.yaitu sekitar 8-10 juta
sebulan.
Sekitar tahun 2000 India mampu
membuat obat ARV generik dan obat ini
segera digunakan Odha di negara berkembang seperti di India,
Afrika Selatan,
dan Thailand. Harganya yang murah (sekitar 300.000 perbulan)
dan bentuknya
yang praktis (kombinasi 3 obat dalam satu tablet) menjadikan
obat ini amat
populer di negara miskin. Sekarang ini sekitar 15 negara
berkembang di Asia,
Afrika, dan Amerika Latin telah menggunakan obat ARV generik
ini.
Di Indonesia penggunaan obat
ARV generik di mulai pada September 2001 dan
sampai sekarang ini telah digunakan oleh sekitar 350 Odha di
Indonesia
secara teratur dengan cara ,membayar sendiri (harganya masih
berkisar antara
500 sampai 700.000 rupiah). Jumlah obat yang tersedia masih
amat kurang dan
diperkirakan jumlah Odha yang membutuhkan obat ARV ini pada
tahun 2005
adalah 10.000 orang. Sedangkan pada tahun 2003 diharapkan
dapat dilayani
200O orang Odha.
Pada tanggal 17 Oktober 2002
telah dibentuk Gerakan Nasional Meningkatkan
Akses Terapi HIV/AIDS yang mempunyai berbagai kegiatan yaitu :
1.Informasi Terapi
2.Layanan Voluntary testing and
Counseling (VCT)
3.Layanan Pencegahan Transmisi
HIV dari ibu ke Anak
4. Layanan Penatalaksanaan
Narkoba & Pencegahan infeksi melalui penggunaan
jarum suntik steril
5.Penyediaan obat ARV dan
Oportunistik yang mencukupi
6.Pelatihan tenaga kesehatan di
seluruh Indonesia.
7.Meningkatkan Peran Odha dalam
layanan Akses Terapi
8.Menekan harga obat agar
terjangkau oleh masyarakat luas.
9. Membangun jalur distribusi
yang efisien
10.Memantau hasil pengobatan
dan efek samping
11. Melakukan Advokasi.
12. Penggalangan Dana
13. Humas dan Publikasi
14.Monitoring dan pelaporan
Sasaran Kegiatan 2003
1. Memasukkan rencana
peningkatan akses terapi dalam strategi nasional
penanggulangan AIDS.
2.Menyiapkan layanan untuk 2000
orang
3.Mendoromg produksi obat ARV
generik di Indonesia
4.Memasukkan obat ARV generik
dalam Daftar Obat Esensial
5.Menggalang dana untuk Odha
tak Mampu 500 orang (25 % dari layanan
keseluruhan)
Cara Mencapai Strategi
1.. Membangun opini publik
tentang pentingnya akses terapi ARV
2.. Menggalang seluruh Potensi
masyarakat dan LSM
3.. Kerjasama dengan Pemerintah
dan Industri/ Swasta
4.. Kerjasama dengan Lembaga
yang terkait di dalam maupun di luar
negeri.
5.. Meningkatkan Peran Serta
Odha Dalam layanan Akses Terapi.
sumber:
Aids-ina
kembali
ke atas
kembali
ke index pms & hiv/aids |