OZZY

Fokus:

X








Website ini diterbitkan dalam
 rangka menyebarluaskan
 informasi mengenai
 kesehatan reproduksi dan
 seksualitas dari dan
untuk individu/
organisasi/lembaga yang 
mempunyai kepedulian 
terhadap kesehatan
 reproduksi dan jender. 
Redaksi menerima sumbangan
 pemikiran, opini, hasil kajian 
lapangan serta pengalaman 
yang berkaitan dengan 
maksud penerbitan 
website ini.

Tim Penyusun:
Ahmad Fauzi
Mercy Lucianawaty
Laily Hanifah
Nur Bernadette

Kritik & Saran:
Mitra INTI Foundation
Jl.Mampang Prapatan XIV No. 5
Tegal Parang
Mampang Prapatan
Jakarta 12790
Telp: 021 - 7991890, 7993426
Fax: 021 - 7993426
E-mail: yminti@mweb.co.id 

Depan > Penyakit Menular Seksual & HIV/AIDS > Informasi

Kehamilan dan HIV / AIDS

Cara terbaik untuk menghindarkan diri anda dan bayi yang anda kandung dari tertular HIV/AIDS adalah melakukan pencegahan tingkat pertama.  Perilaku-perilaku berisiko seperti menggunakan Narkoba, melakukan hubungan seksual dengan pengguna Narkoba, dan prostitusi dapat menyebabkan seorang perempuan dan bayinya berisiko tertular HIV/AIDS, kecanduan obat dan berbagai penyakit lainnya.  Kondom dapat menurunkan risiko tertular, tetapi solusi terbaik yang paling sederhana adalah menghindari hubungan seksual dengan seseorang yang memiliki kemungkinan positif HIV.

WARNING:
Kelompok perempuan yang melakukan aborsi memiliki risiko terinfeksi HIV-1 lebih tinggi, sebesar 172% (dengan tingkat kepercayaan 99%)

"Prevalensi infeksi [HIV-1]secara bermakna lebih tinggi pada perempuan dengan tindakan aborsi (0,49%) dibanding perempuan yang melahirkan (0,18%) (OR: 2.72; 95% CI: 2.29-3.22)"  - European Journal of Epidemiology, "Deliveries, abortion and HIV-1 infection in Rome, 1989-1994," 1997,13:373-378.

Kabar baiknya adalah bahwa seorang yang hamil tidak selalu menularkan virusnya kepada bayi yang dikandung.  Ada 75% kesempatan bahwa bayi yang dikandung sama sekali tidak tertular jika ibu yang hamil dan positif HIV tidak melakukan suatu tindakan apapun.  Nilai odds (rasio untuk terkena dibanding untuk tidak terkena) untuk bayi yang dikandung tidak terinfeksi HIV adalah 8% lebih rendah jika ibu hamil diobati dengan ZDV (AZT) selama kehamilannya.  Oleh karena itu, disarankan untuk ibu-ibu hamil untuk melakukan tes HIV segera setelah kehamilannya diketahui.

Karena bayi dalam kandungan mengikuti system imunitas ibunya, bayi yang baru lahir akan memiliki antibody HIV, sehingga jika dites akan mengahsilkan hasil positif.  Sampai usianya 18 bulan baru akan diketahui apakah bayi tersebut terinfeksi HIV atau tidak.  Walaupun anak-anak yang terkena HIV/AIDS memiliki prognosis yang jelek, beberapa di antaranya tetap sehat dan menjalani kehidupan tanpa terpengaruh.  Di Amerika, ada keluarga-keluarga yang mau mengadopsi bayi-bayi yang positif HIV.

Terjemahan oleh: Siti Nurul Qomariyah

Sumber: UCLA AIDS Institute Perspectives, 4(1), Winter 1996

 

kembali ke atas

kembali ke index pms & hiv/aids

 

depan | profil | informasi | info buku | link | kritik | Curah Pendapat   
Kesehatan Ibu & Anak
| Keluarga Berencana | Kesehatan Rep Remaja
PMS & HIV/AIDS
| Aging | Gender & Kekerasan