OZZY

Fokus:

X








Website ini diterbitkan dalam
 rangka menyebarluaskan
 informasi mengenai
 kesehatan reproduksi dan
 seksualitas dari dan
untuk individu/
organisasi/lembaga yang 
mempunyai kepedulian 
terhadap kesehatan
 reproduksi dan jender. 
Redaksi menerima sumbangan
 pemikiran, opini, hasil kajian 
lapangan serta pengalaman 
yang berkaitan dengan 
maksud penerbitan 
website ini.

Tim Penyusun:
Ahmad Fauzi
Mercy Lucianawaty
Laily Hanifah
Nur Bernadette

Kritik & Saran:
Mitra INTI Foundation
Jl.Mampang Prapatan XIV No. 5
Tegal Parang
Mampang Prapatan
Jakarta 12790
Telp: 021 - 7991890, 7993426
Fax: 021 - 7993426
E-mail: yminti@mweb.co.id 

Depan > Penyakit Menular Seksual & HIV/AIDS > Informasi

Konseling dan Deteksi HIV secara Sukarela

Konseling dan Deteksi HIV secara Sukarela (Voluntary Counseling Testing/VCT) saat ini sudah dikenal luas di dunia internasional sebagai suatu strategi yang efektif dan sangat penting baik bagi pencegahan maupun pelayanan HIV/AIDS. Penelitian yang dilakukan oleh Family Health International di Kenya, Tanzania dan Trinidad berkolaborasi dengan UNAIDS, WHO, dan Pusat Studi Pencegahan AIDS Universitas California di San Francisco, membuktikan bahwa VCT adalah suatu strategi yang efektif dan cost-effective untuk memfasilitasi perubahan perilaku. VCT juga merupakan langkah awal yang penting dalam program pelayanan dan dukungan. Temuan-temuan ini menjadikan VCT sebagai suatu komponen penting dalam program HIV/AIDS yang menyeluruh di berbagai organisasi internasional termasuk Program AIDS Nasional di berbagai negara dan lembaga donor.

Konsep-konsep tentang VCT dapat disimpulkan sebagai berikut:

Ü     VCT lebih dari sekedar kegiatan pemeriksaan darah dan konseling, tetapi merupakan suatu langkah awal yang penting menuju program pelayanan HIV/AIDS lainnya yaitu Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Anak; Pencegahan dan Manajemen Klinis Penyakit-penyakit yang Berhubungan dengan HIV; Pengendalian Penyakit TBC serta Dukungan Psikologis dan Hukum;

Ü     Memang sudah ada kebutuhan (mis: orang-orang yang ingin mengetahui status serum HIV mereka), atau kebutuhan dapat diciptakan bila program pelayanan yang menyeluruh diadakan;

Ü     VCT memberikan keuntungan baik bagi mereka yang positif maupun bagi mereka yang negatif. VCT dapat mengurangi kegelisahan, meningkatkan persepsi/pengetahuan mereka tentang faktor-faktor risiko terkena infeksi HIV, mengembangkan perubahan perilaku, secara dini mengarahkan mereka menuju ke program pelayanan dan dukungan termasuk akses terapi anti-retroviral, serta membantu mengurangi stigma dalam masyarakat;

Ü     VCT menawarkan suatu pendekatan holistik yang mencakup konteks kehidupan manusia yang lebih luas, termasuk kemiskinan dan hubungannya dengan praktek-praktek berisiko tinggi.

Beberapa hal yang dapat diambil sebagai pelajaran dari penyelenggaraan program VCT selama ini adalah:

Ü     VCT adalah suatu bentuk pelayanan yang dapat dilakukan baik oleh pemerintah, LSM, masyarakat maupun sektor swasta.

Ü     Standar pelayanan VCT meliputi konseling sebelum deteksi HIV (pra-konseling), deteksi HIV (sesuai keinginan klien dan setelah klien memberikan lembar persetujuan/informed consent), konseling setelah deteksi HIV (pasca-konseling) dalam satu sesi atau lebih tergantung kebutuhan klien. Penilaian risiko individu dan rencana penurunan risiko merupakan komponen yang terintegrasi dalam kegiatan pra dan pasca konseling.

Ü     Suatu rangkaian pelayanan inovatif yang menciptakan model-model pelayanan, dapat diterapkan sesuai dengan konteksnya.  Termasuk diantaranya adalah berbagai variasi keterpaduan dengan pelayanan kesehatan yang sudah ada, pelayanan mandiri dan pelayanan keliling.

Ü     Model pelayanan yang dipilih juga harus mempertimbangan segi pembiayaan yang mencukupi untuk menjamin kelangsungan kegiatan pelayanan.  Kelangsungan pelayanan tetap merupakan tantangan di setiap model pelayanan, terutama bagi model pelayanan mandiri yang umumnya dibiayai oleh lembaga donor internasional.

Ü     VCT merupakan bentuk program intervensi kesehatan masyarakat, sehingga pemerintah dan lembaga donor perlu untuk mengalokasikan beberapa pengeluaran yang berhubungan dengan program pelayanan VCT untuk menjamin akes yang paling luas yang mungkin untuk dijangkau.

Ü     Kebijakan dan Strategi Nasional untuk HIV/AIDS harus menjamin cakupan pelayanan VCT yang memadai dan dirancang sesuai dengan standar nasional.

Ü     Akses dan biaya pelayanan VCT harus dapat dijangkau oleh mereka yang berisiko tinggi terinfeksi HIV atau mereka yang dicurigai terjangkit penyakit yang berhubungan dengan infeksi HIV. Pelayanan VCT harus dapat digunakan oleh berbagai macam klien yang mendapatkan keuntungan dengan diketahuinya status serum HIV mereka, termasuk pasangan, individu dan orang-orang muda.

Ü     Pelayanan VCT harus dilaksanakan oleh petugas yang sangat terlatih dan berkualitas tinggi dalam melakukan konseling dan deteksi HIV.

Ü     Manajemen pelayanan harus mendukung staf untuk selalu memberikan pelayanan yang berkualitas, tetap tersedianya petugas yang trampil, dan mencegah keluarnya konselor.

Ü     Pelayanan VCT yang ditujukan untuk para pasangan harus dikembangkan dan dipromosikan secara luas. Pra dan pasca konseling kepada para pasangan, memberikan keuntungan yang berarti dalam penilaian risiko dan rencana pengurangan risiko, khususnya bagi perempuan di negara-negara di mana terjadi ketimpangan jender. Sebagai tambahan, telah diketahui dengan baik bahwa pelayanan VCT dengan sasaran para pasangan menjadikan pelayanan lebih efisien.

Ü     Desain pelayanan VCT harus diarahkan sebagai pelayanan promosi melalui perencanaan dan penegakan pelayanan VCT yang berkualitas tinggi. Ini termasuk identifikasi atau penguatan program pelayanan dan dukungan lainnya, jejaring kerja dalam masyarakat dan rumahsakit rujukan.

Ü     Desain dan penegakan pelayanan VCT harus disesuaikan dengan kekhususan epidemilogis, perilaku dan konteks sosio-ekonomi di setiap negara dan tempat. Desain tersebut juga mempertimbangkan aktifitas untuk pengurangan stigma dan penciptaan kebutuhan.

Ü     Pada pelayanan VCT yang baru ditegakkan atau mulai berjalan, koordinasi yang selaras antara para stakeholders - termasuk kerjasama antar donor, pemerintah dan LSM - merupakan hal yang krusial untuk memastikan suatu standarisasi pelayanan dalam hal kualitas pelayanan dan dukungan yang diberikan kepada klien serta menghindari adanya duplikasi pelayanan dalam satu wilayah.

Ü     Sistem monitoring dan evaluasi harus ditegakkan di tempat pelayanan baik untuk konseling maupun pemeriksaan HIV. Protokol konseling dan pemeriksaan HIV dapat bervariasi dari satu program dengan program lainnya tergantung dari tujuan dari program tersebut. Tetapi apapun pendekatan yang dilakukan, intervensi VCT harus dievaluasi secara reguler untuk menentukan apakah pelayanan tersebut sesuai dengan protokol dan memenuhi kebutuhan klien.

Ü     Pendekatan inovatif pelayanan VCT yang tanggap terhadap kebutuhan spesifik suatu negara harus dikembangkan. Ini termasuk pelayanan VCT untuk remaja, dan praktek VCT yang terintegrasi dengan pelayanan antenatal, mungkin memerlukan sesi pemberian informasi pada kelompok pre-test di tempat-tempat yang pasiennya banyak,sebagai bagian dari strategi yang menyeluru h untuk pencegahan penularan dari ibu ke anak.

diterjemahkan oleh: Widiastuti Dewi

Referensi:

1.       Current Issues in HIV Counseling and Testing in South and Southeast Asia. Horizons Project/IMPACT Project. 2000.

2.       VCT Counselling Training Manual. FHI. (Available in August 2001).

3.       Evaluating HIV Counseling and Testing in Evaluating Programs for HIV/AIDS Prevention and Care in Developing Countries: A Handbook for Program Managers and Decision-Makers. Family Health International. (Available in September 2001).

4.       Efficacy of voluntary HIV-1 counseling and testing in individuals and couples in Kenya, Tanzania, and Trinidad: a randomised trial. The Voluntary HIV-Counseling and Testing Efficacy group. Lancet July 8, 2000.

5.       Cost-effectiveness of voluntary HIV-1 counseling and testing in reducing sexual transmission of HIV-1 Kenya and Tanzania. Sweat et al . Lancet July 8, 2000.

6.       UNAIDS. Caring for carers: Managing stress in those who care for people with HIV and AIDS. UNAIDS Case Study. 2000.

7.       UNAIDS. The impact of Voluntary Counselling and Testing — A global review of the benefits and challenges. UNAIDS Best Practice Collection. June 2001

8.       UNAIDS. Tools for Evaluating Voluntary Counseling and Testing. UNAIDS Best Practice Collection. May 2000.

9.       WHO: Voluntary Counseling and testing for HIV infection in antenatal Care. Practical considerations for implemenation. WHO/HIS/00.05, Geneva. September, 1999.


Sumber: http://www.fhi.org

 

kembali ke atas

kembali ke index pms & hiv/aids

 

depan | profil | informasi | info buku | link | kritik | Curah Pendapat   
Kesehatan Ibu & Anak
| Keluarga Berencana | Kesehatan Rep Remaja
PMS & HIV/AIDS
| Aging | Gender & Kekerasan