|
Depan
> Penyakit Menular Seksual & HIV/AIDS
> Informasi
Ketimpangan Jender & Fakta
Ekonomi Tingkatkan Kerentanan Perempuan Terhadap AIDS
Semakin banyaknya perempuan dan anak-anak yang
tertular HIV/AIDS disebabkan karena ketimpangan Jender dan
faktor ekonomi. Organisasi perempuan dan Tim Penggerak PKK
Pusat sepakat bahwa penanggulangan AIDS dan Narkoba harus
menjadi salah satu prioritas dalam agenda kerja masing-masing
organisasi. Tim Penggerak PKK Pusat mengusulkan untuk
mengaktifkan kembali kader PKK dan Dasawisma untuk
penanggulangan AIDS dan Narkoba. Dharma Wanita siap tingkatkan
sosialisasi HIV/AIDS
dikalangan keluarga Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Jakarta, 16 Oktober 2006. Sekretaris Komisi Penanggulangan
AIDS Nasional Dr. Nafsiah Mboi, SpA, MPH mengatakan bahwa
tidak mungkin kita bisa melakukan penanggulangan AIDS yang
maksimal tanpa melibatkan organisasi perempuan, karena adanya
fakta bahwa kerentanan perempuan dan anak-anak terhadap
HIV/AIDS meningkat terutama karena masalah ketimpangan Jender
dan faktor ekonomi.
Karena itu, Komisi Penanggulangan AIDS Nasional memandang
perlu untuk melibatkan organisasi perempuan dalam setiap
kebijakan dan langkah penanggulangan yang dilakukan. Bahkan
KPA Nasional akan mengusulkan untuk memasukkan secara khusus
masalah perempuan dan kesetaraan gender dalam revisi Strategi
Nasional Penanggulangan AIDS. Hal tersebut disampaikan oleh
Dr. Nafsiah pada saat pertemuan KPA Nasional dengan
Organisasi Perempuan tingkat nasional dan Tim Penggerak PKK
Pusat di Jakarta minggu yang lalu.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa diperlukan upaya yang cepat
untuk mencari bentuk kerja sama yang cocok antara KPA Nasional
dan mitra kerjanya dengan organsiasi perempuan, termasuk
mendefinisikan peran apa yang bisa dijalankan oleh organisasi
perempuan. "Peran organisasi perempuan sangat strategis
dan sentral dalam penanggulangan AIDS,
terlebih kita sudah mulai melihat adanya tanda-tanda bahwa
HIV/AIDS sudah masuk kedalam rumah tangga," Jelas Dr.
Nafsiah. Diingatkan pula bahwa tingkat kerentanan remaja putri
usia 15 – 19 tahun terhadap infeksi HIV/AIDS adalah 4 sampai
6 kali lebih tinggi dibandingkan dengan laki-laki.
Dalam pertemuan tersebut, pengurus organisasi perempuan
tingkat nasional dan Tim Penggerak PKK Pusat sepakat untuk
menempatkan program penanggulangan AIDS dan Narkoba sebagai
salah satu prioritas program dalam organisasi masing-masing.
Sebagian besar setuju untuk terus meningkatkan kegiatan
sosialisasi dan penyuluhan dilingkungan
masing-masing, mengembangkan kapasitas, pelatihan dan turut
berpartisipasi dalam penyediaan pelayanan kesehatan yang
terkait dengan HIV/AIDS seperti yang dilakukan oleh Muslimat
NU.
Sekretaris Umum Tim Penggerak PKK Nasional Suwadiono Winardi
menegaskan komitmen organisasinya untuk kembali memberdayakan
kader-kader PKK serta Dasawisma (Adanya koordinator dan
pemantau PKK untuk tiap 10 rumah tangga) untuk membantu upaya
penanggulangan AIDS dan Narkoba. "Kami bahkan sedang
menyiapkan buku saku panduan
penanggulangan AIDS dan Narkoba bagi anggota Tim PKK diseluruh
Indonesia," Jelas Suwadiono.
Ketua Pengurus Dharma Wanita Pusat Ny. Tuti Kuntoro juga
menegaskan bahwa organisasinya ingin terus meningkatkan upaya
penanggulangan terutama dilingkungan keluarga pegawai negeri
sipil. "Kami akan usulkan agar HIV/AIDS dan Narkoba bisa
menjadi salah satu agenda penting yang dibahas dalam Kongres
Nasional Dharma Wanita yang akan datang," tegas Ny. Tuti
Kuntoro.
Ketua Persatuan Wanita Kristen Indonesia (PWKI) Ny. Evie
Paseky - Kawet dan Ketua Bidang Pendidikan Wanita Katolik RI
Dra. Della Pradipta mengusulkan agar dibuat sebuah modul yang
untuk sosialiasi penanggulangan AIDS yang bisa digunakan
bersama dilingkungan organisasi perempuan seluruh Indonesia.
Pertemuan KPA Nasional dengan Organisasi Perempuan tingkat
nasional dan tim penggerak PKK Nasional di Jakarta hari ini
dihadiri oleh pengurus dan perwakilan berbagai organisasi
perempuan termasuk KOWANI, Persatuan Wanita Kristen Indonesia,
Wanita Katolik RI, Pengurus Pusat Bhayangkari, Muslimat NU,
Aisyiyah NU, Pengurus Pusat Dharma Wanita, Kementrian
Pemberdayaan Perempuan, dan Tim Penggerak PKK Pusat. Turut
hadir pula Asisten Deputi I Deputi IV Menko Kesra.
sumber:
Siaran Pers KPA
kembali
ke atas
kembali
ke index pms & hiv/aids |