OZZY

Fokus:

X








Website ini diterbitkan dalam
 rangka menyebarluaskan
 informasi mengenai
 kesehatan reproduksi dan
 seksualitas dari dan
untuk individu/
organisasi/lembaga yang 
mempunyai kepedulian 
terhadap kesehatan
 reproduksi dan jender. 
Redaksi menerima sumbangan
 pemikiran, opini, hasil kajian 
lapangan serta pengalaman 
yang berkaitan dengan 
maksud penerbitan 
website ini.

Tim Penyusun:
Ahmad Fauzi
Mercy Lucianawaty
Laily Hanifah
Nur Bernadette

Kritik & Saran:
Mitra INTI Foundation
Jl.Mampang Prapatan XIV No. 5
Tegal Parang
Mampang Prapatan
Jakarta 12790
Telp: 021 - 7991890, 7993426
Fax: 021 - 7993426
E-mail: yminti@mweb.co.id 

Depan > Penyakit Menular Seksual & HIV/AIDS > Informasi

Annan: Peperangan Melawan AIDS Berjalan Lamban, Diperlukan Upaya Drastis Sekarang

PBB, New York, 22 September 2003- SekJen PBB, Kofi Annan, menyerukan
masyarakat internasional untuk segera meningkatkan upaya penanggulangan
HIV/AIDS secara drastis, agar terdapat harapan untuk mencapai target
pengurangan skala dan dampak epidemi tersebut di tahun 2005, seperti yang
disepakati bersama dalam Deklarasi Komitmen PBB untuk HIV/AIDS, dua tahun
lalu.

Ketika membuka pertemuan tingkat tinggi untuk HIV/AIDS pada tanggal 22
September dalam sidang umum PBB di New York, Kofi Annan menyesalkan,
walaupun laporan sudah mencatat beberapa kemajuan, laporan juga menunjukkan
beberapa kegagalan untuk mencapai target-target penting di tahun ini.

"Tampaknya, kita tidak berada dalam jalur untuk mulai mengurangi skala dan
dampak epidemi di tahun 2005," sesal Annan. "Di tahun tersebut, kita
sebenarnya sudah harus memotong setengah dari jumlah anak-anak muda yang
terinfeksi HIV di negara-negara dengan tingkat infeksi dan dampak tinggi
saat ini; kita juga sudah harus memotong setengah dari jumlah bayi-bayi yang
dilahirkan dengan HIV; dan kita juga sudah harus dapat menempatkan program
kesehatan yang komprehensif dan memadai."

"Dengan laporan ini, sangat jelas terungkap: dengan tingkat pergerakan
penanggulangan seperti sekarang, akan sukar bagi kita untuk mencapai
target-target tahun 2005 mendatang," tambahnya.

Annan juga menyoroti beberapa kegagalan lain, seperti: sepertiga dari negara
dunia masih belum memiliki kebijakan yang menjamin akses perempuan terhadap
pencegahan dan perawatan, walaupun kini perempuan mewakili setengah dari
jumlah infeksi HIV dunia; lebih dari sepertiga negara dunia dengan tingkat
infeksi dan dampak HIV tinggi juga masih belum memiliki strategi
penanggulangan untuk menangangi anak-anak yatimpiatu karena AIDS; dan
setidaknya duapertiga dari negara-negara dunia dianggap gagal memberikan
perlindungan hukum anti diskriminasi terhadap kelompok populasi yang rentan
terhadap infeksi HIV.

 Namun Annan tak lupa menyebutkan sebuah kemajuan penting: terkumpulnya
sumber dana segar dengan jumlah yang signifikan melalui sumbangan
negara-negara anggota dan melalui Dana Dunia untuk Menanggulangi AIDS,
Tuberkulosis dan Malaria (GFATM), yang sekarang menjanjikan $1.5milliar
untuk 93 negara; dan dengan pengeluaran tahunan saat ini mencapai
$4.7milliar.

"Namun kita masih di tengah perjalanan untuk mengumpulkan $10milliar per
tahun yang dibutuhkan di tahun 2005. Sumber dana yang ada harus terus
ditingkatkan - melalui Dana Dunia, dan juga melalui upaya-upaya lain,
termasuk oleh pemerintah negara-negara dengan tingkat infeksi dan dampak
tinggi," ujarnya.

"Kita telah berjalan jauh, namun belum cukup jauh. Jelas sekali kita harus
berusaha lebih keras lagi untuk memastikan bahwa komitmen yang kita buat
juga akan dibarengi dengan aksi dan sumber daya yang memadai. Kita tidak
bisa mengatakan, ada kepentingan lain yang lebih mendesak. Seharusnya kita
tidak bisa terima, ada hal lain yang muncul dan memaksa kita untuk
mengesampingkan penanggulangan AIDS, karena hal-hal baru akan selalu dan
terus muncul," tegasnya.

sumber: UN News Wire

kembali ke atas

kembali ke index pms & hiv/aids

 

depan | profil | informasi | info buku | link | kritik | Curah Pendapat   
Kesehatan Ibu & Anak
| Keluarga Berencana | Kesehatan Rep Remaja
PMS & HIV/AIDS
| Aging | Gender & Kekerasan